Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Persoalan adanya pelayanan Puskesmas yang masih kekurangan obat-obatan, Bupati Jeje Wiradinata menegaskan tidak semua program yang digulirkan pemerintah sempurna. Meski begitu, kekurangan tersebut akan diperbaiki secara bertahap sesuai kemampuan.
Menurut Jeje, pelayanan Puskesmas di Pangandaran jika dibandingkan dengan sebelum pemekaran dari Kabupaten Ciamis sangat jauh beda. Apalagi di usia 2,5 tahun kepemimpinannya Puskesmas yang berdiri di Pangandaran setaraf hotel bintang 3 dengan sarana serta prasarana yang cukup memadai.
“Ketika sebelum dilakukan pemekaran dan sesudahnya ada lompatan yang luar biasa. Itu poin yang saat ini kita sedang lalui, dan baru 2,5 tahun saja Pangandaran definitif sudah bisa sejajar dengan kabupaten/kota lainnya,” kata Jeje kepada Koran HR, Minggu (29/07/2018) lalu.
Kaitannya dengan tuntutan masyarakat soal perlunya fasilitas obat-obatan yang cukup tinggi, kata Jeje, itu merupakan sebuah dinamika. Meski begitu, ada hal-hal prinsip yang perlu dibenahi demi pelayanan ke masyarakat.
“Akreditasi Puskesmas tingkat Utama ada 2 Puskesmas di Pangandaran. Ini menandakan dari sisi pelayanan, obat-obatan sudah baik dan yang kurang sambil kita perbaiki terus,” imbuh Jeje.
Jeje melanjutkan, bahwa 58 persen biaya BPJS Kesehatan ditanggung oleh Pemda Pangandaran. Logikanya, ujar Jeje, klaim mengenai Pangandaran gratis harusnya sudah turun, akan tetapi saat ini justru naik.
“Klaim BPJS juga naik kelihatannya. Warga Pangandaran berobat ke Puskesmas tidak membawa kartu BPJS, dan Puskesmas belum mempunyai sistem untuk koneksi ke kepesertaan BPJS. Ini persoalan yang terus kita benahi, termasuk soal obat-obatan,” pungkas Jeje. (Mad/Koran HR)