Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- Rasa tidak enak badan akibat masuk angin kerap dialami banyak orang. Kerokan menjadi salah satu cara untuk menangani masalah masuk angin.
Banyak orang menganggap rasa tak enak badan seperti tubuh pegal, perut terasa penuh atau kembung, mual, sering buang angin, flu, batuk, merasa kedinginan serta demam sebagai akibat dari masuk angin.
Lantas, benarkan masuk angin bisa sembuh dengan cara kerokan? Dokter penyakit dalam dan konsultan pncernaan, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP., menjelaskan, dalam dunia medis tidak ada istilah masuk angin.
Meski begitu, dirinya kerap menerima pasien yang mengaku masuk angin, seperti mengalami badan pegal, kelelahan, perut kembung sampai gejala flu seperti pilek dan batuk.
“Bila ada pasien yang datang dan mengatakan masuk angin, maka kami akan klarifikasi dahulu mengenai apa yang dirasakannya. Karena bisa jadi keluhan yang dianggap masuk angin itu justru tanda penyakit lain. Misalnya, serangan jantung, tandanya menyerupai masuk angin, seperti mual, muntah dan nyeri dada hebat,” terangnya.
Sehingga, masuk angin yang diderita perlu diklarifikasi dahulu guna mencari pengobatan yang tepat. Contohnya kalau kelelahan, maka pasien disarankan harus istirahat yang cukup atau mengkonsumsi vitamin.
Namun, dia pun tak melarang pasiennya yang merasakan kondisi seperti masuk angin untuk melakukan kerokan. Karena, sejumlah orang merasa nyaman dikerok saat badannya terasa tidak enak, dan berdasarkan penelitian memang proses kerokan dapat merangsang zat endorfin yang membuat seseorang merasa nyaman.
Pada prinsipnya, masyarakat sudah percaya bahwa berokan bisa membuat lebih enak, tapi tidak bisa digeneralisasikan kalau cara ini bagian dari pengobatan. Jika memang hal itu menjadi solusi, boleh dilakukan.
Tapi jika tindakan itu justru malah memberi efek samping tak baik, maka jangan diteruskan.Ari juga mengingatkan untuk berhati-hati saat melakukan kerokan.
Mengingat pada sebagian orang punya kelainan darah atau pembuluh darah di bawah kulit yang gampang pecah, sehingga proses kerokan justru akan menyebabkan pembuluh darah semakin banyak yang pecah, dan berujung pada infeksi.
Selain itu, perhatikan pula alat yang digunakan untuk kerokan. Jangan pakai koin berkarat dan dipakai secara bersamaan. Sebab, bagi orang yang pembuluh darahnya pecah bisa menularkan penyakit ke orang lain. Jadi, gunakan koin khusus untuk dipakai sendiri. (Eva/R3/HR-Online)