Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Forum Pemuda Lakbok Jaya dan Perserikatan Mahasiswa Lakbok Jaya (Persmalaya) melakukan aksi unjuk rasa ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy siang tadi sekitar pukul 14.15 WIB, Kamis (26/07/2018). Aksi tersebut sebagai lanjutan dari aksi tutup 1000 lubang di Jalan Inspeksi jalur Banjar-Manganti beberapa waktu lalu.
Aksi yang dikawal ketat aparat Kepolisian dari Polres Banjar, para pemuda menuntut agar Jalan Inspeksi yang berada di wilayah Lakbok segera diperbaiki. Pasalnya, sudah puluhan tahun kondisinya memprihatinkan. Selain jalan, mereka juga menuntut revitalisasi irigasi yang mana banyak ditemukan kondisinya rusak parah, sehingga perairan yang menjadi penunjang pertanian terganggu.
Dalam aksi tersebut, massa disambut langsung Kepala SNVT PJPA Citanduy, Wiel Mushawiry. Sementara itu, massa juga menyampaikan beberapa tuntutan yang berkaitan dengan kondisi Lakbok saat ini. Bahkan, coordinator aksi menyodorkan berbagai foto kondisi jalan rusak dan irigasi jebol kepada pihak BBWS Citanduy.
Rafi, koordinator aksi, mengatakan, Kecamatan Lakbok yang dikenal sebagai Lumbung Padi di Kabupaten Ciamis sedikitnya menghasilkan padi 43.922 ton pertahun. Namun sayangnya kondisi infrastruktur jalan serta irigasi yang menjadi penunjang para petani justru kondisinya memprihatinkan.
“Kita menuntut keadilan, terutama ke BBWS Citanduy yang memiliki kewenangan di bidang irigasi dan jalan inspeksi. Kita tahu sendiri kondisi di Lakbok seperti apa, terutama di sawah Pasung yang ketika hujan kebanjiran dan saat kemarau selalu kekeringan. Ini terjadi karena kondisi irigasinya yang tidak sesuai dengan semestinya,” tegas Rafi saat diwawancarai awak media.
Rafi menambahkan, para pemuda akan terus mendesak tuntutannya hingga terealisasi, terutama jalan inspeksi yang merupakan kewenagan BBWS Citanduy. Jika tuntutan tersebut dirasa berat, kata Rafi, pihaknya meminta BBWS Citanduy menyerahkan penanganan jalan inspeksi yang berada di wilayah Ciamis ke Pemkab Ciamis supaya segera diperbaiki.
“Kita akan kembali menggelar aksi ke Pemkab Ciamis agar persoalan ini tidak larut-larut. Kita sudah lelah kondisi jalan di Lakbok puluhan tahun lamanya rusak parah,” pungkas Rafi. (Muhafid/R6/HR-Online)