Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Guna mempererat tali silaturahmi, keluarga besar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Banjar, menggelar acara halal bil halal antara Perum Bulog Subdivre Ciamis, bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar, BNI 46, Pendamping BPNT, serta agen BPNT Kota Banjar, Selasa (10/07/2018), di salah satu rumah makan yang ada di Jalan Siliwangi, Kota Banjar.
Kepala Dinsos P3A Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, mengatakan, acara tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus koordinasi. Jadi, tidak ada batas pembahasan terkait BPNT.
“Segala masukan, baik dari pendamping BPNT, agen dan KPM, boleh memberikan masukan guna kebaikan,” katanya.
Tatang juga menegaskan, bahwa BPNT harus tersalurkan dengan lancar, terlebih yang menerimanya adalah masyarakat dengan strata ekonomi rendah. Hal tersebut akan berjalan lancar apabila terjadi sinergitas yang baik antara pihak yang terlibat dalam penyalurannya.
“Segala program dari pemerintah itu baik. Namun, segala hajat tidak ada yang sempurna, oleh karena itu harus ada kerjasama yang baik antar pihak untuk menyempurnakannya,” tandas Tatang.
Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Ciamis, Muhammad Syaukani, menilai, selama ini support dari pihak yang membantu untuk kelancaran penyaluran BPNT sangat luar biasa. Karena, semakin cepat penyaluran dilakukan maka akan semakin baik.
“Tentunya sinergitas antar pihak dalam penyaluran BPNT harus selalu dijaga guna kelancaran penyalurannya,” kata Syaukani.
Dia menyebutkan, penyaluran BPNT di Kota Banjar merupakan yang terbaik di Jawa Barat. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya penurunan pelayanan, sehingga perlu dilaksanakan evaluasi guna menjaga kelancarannya.
Guna menjaga predikat baik dalam penyaluran BPNT yang dilaksanakan di Kota Banjar, maka pihak Bulog pun akan selalu menerima masukan untuk kebaikan program BPNT kedepannya.
“Kedepan, penyaluran BPNT di Kota Banjar tetap menjadi yang terbaik, karena terus terang saja beberapa kabupaten dan kota lain belajar ke Kota Banjar,” kata Syaukani. (Wahyu/Koran HR)