Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),- Suhu dingin yang terjadi beberapa hari terakhir ini bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh. Ada dua penyakit yang perlu diwaspadai akibat kondisi tersebut.
Seperti yang dilansir detikhealth, Sabtu (07/07/2018), dokter ahli saluran cerna, dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., menjelaskan, dua penyakit yang bisa timbul karena kondisi tersebut, pertama adalah penyakit kronis yang sudah masyarakat alami sebelumnya bisa kambuh, dan kedua adalah gangguan kesehatan yang muncul secara langsung akibat udara dingin, seperti kulit jadi kering, kulit telapak kaki pecah-pecah, kemudian timbul pecah-pecah pada bibir, bahkan terkadang timbul mimisan.
“Penyakit kronis tersebut antara lain asma atau sesak nafas, pilek alergi atau rinitis alergi, sinusitis, dan alergi kulit karena udara dingin maka timbul bentol-bentol dan gatal,” jelasnya.
Bila paparan udara dingin terus berlangsung, maka akan terjadi penurunan suhu tubuh atau hipotermia. Lebih parah lagi, masyarakat bisa terinfeksi bakteri atau virus. Ini biasanya menyerang saluran pernapasan atas yang disebut dengan ISPA.
“Kalau tidak diantisipasi dengan baik, infeksi saluran nafas atas akan berlanjut menjadi infeksi pada paru,” kata dr. Ari Fahrial, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Dia juga menyebutkan, ada beberapa orang yang termasuk kelompok memiliki risiko tinggi terkena gangguan kesehatan tersebut, yakni orang usia lanjut (lansia), anak-anak, serta balita. Kemudian, orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes, gangguan tiroid, atau gangguan jantung dan pembuluh darah.
Akhir-akhir ini sejumlah kota di Pulau Jawa memang tengah mengalami suhu dingin sejak pagi hingga dini hari. Tercatat suhu dingin di Jakarta mencapai 24 derajat celcius, sementara di Bandung 17 derajat celcius.
Bahkan, yang lebih ekstrem lagi terjadi di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, suhunya mencapai 0 derajat celcius di saat musim kemarau. (Eva/R3/HR-Online)