Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ratusan warga Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memadati kantor desa setempat untuk mencairkan kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan sejumlah sembako, Sabtu (14/07/2018).
Pantauan HR Online di Kantor Desa Kertahayu, penggunaan kartu BPNT bagi warga miskin tersebut minim sosialisasi, sehingga banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak mengetahui manfaat dari kartu BPNT yang mereka terima.
Seperti diungkapkan Septi, salah satu KPM, kepada Hr Online. Dirinya mengaku tidak tahu untuk apa saja manfaat dari kartu BPNT tersebut. “Saya tidak tahu kartu ini bisa ditukar dengan apa saja. Katanya sih ditukar sama beras, tapi tidak tahu berapa kilo,” kata Sepi.
Sementara itu, dalam proses pencairan dan penukaran kartu BPNT di Desa Kertahayu, juga disinyalir kurang persiapan dari pihak terkait sebagai penyalur. Hal itu terlihat dalam penukaran kartu BPNT, dimana warga hanya mendapatkan beras seberat 8 kilogram. Padahal, dalam stroke kartu BPNT yang keluar, saldo mereka sudah langsung terpotong sebesar Rp.110.000.
Saat dikonfirmasi HR Online, Plt. Kepala Desa Kertahayu, Ian Berliana, mengaku kebingungan dengan program tersebut. Karena, pihaknya pun tidak mengetahui mekanisme penyaluran yang sebenarnya
“Kami tahunya semua barang sembako ini sudah disuplay oleh Bulog. Tugas kami di sini hanya untuk menyalurkan sesuai mekanisme. Kami juga menyayangkan saat 522 warga kami melakukan penukaran, tapi tidak ada satupun petugas, baik dari Bulog maupun Bank Mandiri yang menjadi pemegang kebijakan,” tuturnya.
Padahal, menurut Ian, dalam penyaluran BPNT ini pihaknya mendapat kendala. Seperti saat ini, untuk sembako hanya ada beras, sedangkan telor ayam belum ada. Kendala lainnya seperti masalah pada kartu Mandiri yang tidak keluar PIN-nya.
“Terpaksa yang kartunya bermasalah, mereka harus pulang dengan tangan kosong karena pihak kami tidak tahu cara-caranya. Sementara pihak Bank Mandiri tidak ada di sini,” kata Ian. (Suherman/R3/HR-Online)