Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- PDAM Tirta Galuh Ciamis menjamin selama musim kemarau tidak akan terjadi kendala kekurangan pasokan air ke semua pelanggan. Hal itu setelah seluruh instalasi milik PDAM Tirta Galuh dipastikan tidak akan kekurangan pasokan air baku meski terjadi kemarau panjang.
Direktur PDAM Tirta Galuh Ciamis, Cece Hidayat, didampingi Kepala Urusan Pelayanan dan Pelanggan PDAM Tirta Galuh Ciamis, Dadan Firdaus, mengatakan, untuk pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Ciamis, Cikoneng dan Sindangkasih, kini tak perlu khawatir kekurangan pasokan air selama kemarau. Karena, menurutnya, setelah instalasi PDAM di Sindangrasa dan instalasi PDAM di Sindangkasih sejak tahun 2016 mengambil air baku dari aliran sungai Citanduy yang berada di Gunungcupu Sindangkasih, dipastikan tidak akan lagi terjadi kendala kekurangan air baku.
“Kalau sebelum tahun 2016 atau pada saat instalasi Gunungcupu belum dibangun, memang benar pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Ciamis selalu kekurangan pasokan air saat terjadi kemarau panjang. Karena waktu itu PDAM mengambil air baku dari Sungai Cileueur, yang dimana hanya mampu memasok air baku sebanyak 10 liter per detik di saat musim kemarau,” terangnya.
Namun, kata Dadan, setelah dibangun instalasi Gunungcupu, pasokan air baku tetap aman, meski di saat musim kemarau sekalipun mampu memasok 500 liter per detik. “Pada saat penelitian DED atau saat perencanaan pembangunan instalasi di Gunungcupu, pihak konsultan sudah menghitung bahwa saat kemarau panjang atau kemarau selama 9 bulan debit air sungai Citanduy di Gunungcupu masih bisa memasok air baku sebanyak 500 liter per detik. Makanya, instalasi baru dibangun di tempat itu karena ketersedian air bakunya yang memadai,” ujarnya.
Hasil penghitungan debit air pada bulan Juli di Sungai Citanduy Gunungcupu, lanjut Dadan, PDAM masih bisa menyedot air baku sebanyak 700 liter per detik. Sementara untuk pengolahan air baku di instalasi PDAM Sindangrasa kini sudah bisa menampung sebanyak 220 liter per detik. Sedangkan pengolahan di instalasi PDAM Sindangkasih bisa menampung sebanyak 100 liter per detik.
“Untuk pelanggan di Kecamatan Ciamis, Cikoneng dan Sindangkasih jumlahnya sebanyak 8000 pelanggan. Sementara untuk memenuhi 8000 pelanggan, membutuhkan pasokan air paling banyak sekitar 120 liter per detik. Artinya, masih banyak surplus air baku dan Insya Allah bisa memenuhi semua kebutuhan air selama musim kemarau,” ujarnya.
Menurut Dadan, selama bulan Juni dan Juli ini atau semenjak memasuki musim kemarau, banyak warga di Kabupaten Ciamis yang mendaftar sebagai pelanggan PDAM. Hal itu menunjukan bahwa PDAM Tirta Galuh sudah jadi solusi ketika masyarakat tengah kekurangan air akibat kemarau.
“Kalau waktu sumber airnya dari Sungai Cileueur, memang pada setiap kemarau pasokan air dari PDAM selalu tersendat. Air PDAM di wilayah Kecamatan Ciamis tidak bisa diandalkan. Tetapi kondisi sekarang sudah berbeda, dimana PDAM sudah bisa diandalkan oleh masyarakat ketika musim kemarau,”ujarnya.
Dadan mengatakan, instalasi PDAM di Kawali, Cisaga dan Manganti Kecamatan Lakbok tidak pernah kesulitan pasokan air. Terlebih, kata dia, selain pasokan air bakunya melimpah, juga jumlah pelanggannya belum banyak. “Insyaalah, kalau pelayanan di Kawali, Cisaga, Lakbok, Banjarsari dan Purwadadi tidak akan kekurangan pasokan air. Selain itu, pipa salurannya pun masih bagus karena baru dibangun pada beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.
Namun, lanjut Dadan, berbeda dengan kondisi saluran pipa yang berada di Kecamatan Ciamis. Selain masih ada saluran pipa yang usianya sudah lama, juga sering terjadi kerusakan akibat jumlah pelanggannya banyak.
“Saluran pipa di Kecamatan Ciamis belum diganti semua, karena ada beberapa pipa lama yang masih layak digunakan. Tetapi, karena tekanan pompanya tinggi, imbas dari banyaknya pelanggan, terkadang sering kali terjadi kebocoran akibat tidak kuat menahan tekanan debit air yang terlalu banyak,”ujarnya.
Selain itu, kata Dadan, akibat kondisi permukaan tanah di Kecamatan Ciamis yang tidak rata atau daerahnya terbagi dua antara dataran tinggi dan dataran rendah, membuat suplai air ke daerah dataran tinggi harus diatur agar tidak terjadi tekanan air yang berlebih ke dearah dataran rendah.
“Kalau penggunaan air di daerah dataran tinggi banyak, tidak masalah tekanan air mengalir cepat. Tetapi, kalau penggunaan air di dataran tinggi kurang, sementara tekanan air mengalir cepat, dipastikan air akan berbalik ke dataran rendah dengan tekanan tinggi. Kalau itu terjadi, seringkali pipa mengalami bocor karena tak kuat menahan tekanan air yang terlalu banyak. Makanya, perlu dilakukan pengaturan,”terangnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, kata Dadan, pihaknya kini tengah memesan alat VRV atau teknologi untuk mengatur tekanan air secara otomatis. “Kalau sudah ada alat VRV, insya allah tidak akan terjadi kendala kekurangan pasokan air ke daerah dataran tinggi atau kendala kerusakan pipa di daerah dataran rendah. Karena alat itu bisa mengatur tekanan air secara otomatis. Jadi, apabila ada kendala pasokan air di wilayah Kecamatan Ciamis, bukan dari kurangnya pasokan air baku, tetapi karena ada kendala tersebut,” pungkasnya. (Bgj/Koran HR)