Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Akibat krisis air bersih, pendidikan karakter di SMP Negeri 10 Kota Banjar tidak berjalan secara maksimal. Pasalnya, kegiatan tausiah yang dilaksanakan usai sholat Dhuha dan Dzuhur menjadi terganggu karena tidak adanya sarana air untuk bersuci.
Hal tersebut dikatakan Ketua Komite SMP Negeri 10 Kota Banjar, Entis Sutisna, dan Bagian Sarana Prasarana, Sobar, kepada Koran HR, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/07/2018).
Menurut mereka, krisis air bersih seperti sekarang ini selalu terjadi setiap tahun saat musim kemarau tiba, dimana para guru dan siswa SMPN 10 Banjar harus siap mencari air ke berbagai tempat air untuk kebutuhan berwudhu.
“Memang sekali dua kali kita bisa beli, tapi kalau setiap hari, dana BOS bisa-bisa habis dipakai untuk membeli air. Sedangkan BOS kan diperuntukkan bukan untuk itu. Jadi, soal krisis air ini solusinya hanya dengan berharap ada kepedulian dari Pemerintah Kota Banjar, untuk mengatasi krisis air yang terjadi di SMPN 10 ini,” kata Entis.
Pihaknya sangat berharap sarana air akan terwujud, mengingat setiap musim kemarau tiba, krisis air bersih selalu melanda di lingkungan SMPN 10 Kota Banjar. (AM/Koran HR)