Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pemkab Ciamis kini tengah merancang konsep penataan kota di kawasan Alun-alun Ciamis. Hal itu untuk mengubah wajah pusat kota Ciamis agar lebih cantik dan tertata. Tak tanggung-tangung, Pemkab berencana akan merevitalisasi kawasan Alun-alun yang dirancang super megah. Selain itu, Pemkab pun akan membangun pusat perbelanjaan serta kawasan kuliner di lahan eks Bioskop Swadaya.
Namun, untuk mewujudkan rencana tersebut, harus dilakukan secara bertahap. Karena, anggaran yang dibutuhkan cukup besar atau sekitar Rp. 21 milyar. Dana sebesar itu hanya untuk merevitalisasi kawasan Alun-alun. Sementara untuk membangun pusat perbelanjaan serta kawasan kuliner yang nantinya dinamai ‘Ciamis Square’, sedikitnya dibutuhkan anggaran sekitar Rp. 100 milyar.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Oman Rohman, didampingi Kabid Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Bayu Rahkmana, mengungkapkan, pengerjaan Detail Engineering Design (DED) revitalitasi kawasan Alun-alun Ciamis yang kini tengah dikerjakan konsultan sudah hampir rampung. Saat ini tengah dilakukan penyempurnaan dengan mendengar masukan dan saran dari berbagai pihak.
“Gambar yang sekarang sudah beredar ke publik itu belum fix. Karena gambar itu belum mendapat koreksi dari beberapa OPD. Gambar itu baru ilustrasi dasar dari konsultan yang disampaikan saat ekspose hasil pengerjaaan DED,” kata Oman, kepada Koran HR, Selasa (17/07/2018).
Menurut Oman, gambar ilustrasi kawasan Alun-alun Ciamis yang sudah dibuat oleh pihak konsultan, nantinya akan dibahas kembali di rakor tingkat OPD. Dalam rakor itu, kata dia, nantinya akan mendengar masukan dari beberapa OPD, seperti Dinas Perhubungan atau dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup sendiri sebagai pihak pengelola program.
“Seperti pada gambar ilustrasi yang sudah beredar itu, kan jalan yang berada di tengah Alun-alun ditutup. Artinya, area Alun-alun dengan area eks Taman Raflesia disatukan. Kita tentunya perlu mendengar masukan dari Dinas Perhubungan, apakah dengan menutup jalan yang berada di tengah itu nantinya akan menganggu lalu lintas atau tidak. Kalau mengganggu, apakah perlu membuat jalan baru di dekat Mesjid Agung atau nantinya kawasan Alun-alun dengan Mesjid Agung dipisahkan oleh jalan,” terangnya.
Kata Oman, tak hanya soal penutupan jalan, tetapi banyak hal lainnya yang harus disempurnakan pada gambar ilustrasi tersebut. Seperti gambar area food court untuk menampung para PKL, itu perlu dilakukan penyempurnaan dari mulai desain bangunan sampai ukuran luas area parkirnya.
“Area food court itu akan dibangun di ujung eks Taman Raflesia atau yang sekarang terdapat gambar bilboord besar. Bangunan food court itu akan dibangun 3 lantai, yang dimana di lantai dasar untuk parkir mobil, lantai dua untuk parkir motor dan lantai tiga untuk food court,” katanya.
Oman menambahkan, area food court Alun-alun Ciamis nantinya akan bersebelahan dengan bangunan ‘Ciamis Square’ yang berada di kawasan eks Bioskop Swadaya. Rencananya, kata Oman, bangunan ‘Ciamis Square’ akan dibangun 5 lantai, dimana di lantai 1 dan lantai 2 akan digunakan sebagai tempat parkir.
“Nah, perencanaan ‘Ciamis Square’ ini sudah rampung tahun kemarin. Artinya, perencanaan revitaliasi Alun-alun harus bersinergi dengan perencanaan Ciamis Square, terutama pada lahan parkirnya. Kami berharap lahan parkir di area food court dan Ciamis Square harus bisa menampung seluruh kendaraan pengunjung,”ujarnya.
Dengan begitu, kata Oman, harus dilakukan estimasi penghitungan luas bangunan parkirnya. Karena setelah area food court dan bangunan Ciamis Squere sudah terwujud, nantinya tidak boleh ada parkir kendaraan di pinggir jalan.
“Kita memilki mimpi bahwa kawasan perkotaan Ciamis seperti konsep perkotaan di Italy, dimana tidak ada kendaraan parkir di pinggir jalan. Parkir kendaraan ditempatkan di sebuah tempat khusus. Makanya, agar konsep ini bersinergi, perlu dilakukan kajian kembali sebelum DED revitalitasi kawasan Alun-alun itu disahkan,” tegasnya.
Menurut Oman, ‘Ciamis Square’ merupakan pusat perbelanjaan dan kuliner terbesar di Kabupaten Ciamis. Bangunan itu berada di seputaran kawasan eks Bioskop Swadaya dan termasuk deretan bangunan yang kini terdapat rumah makan Ampera.
“Jadi, bangunan Ciamis Squere itu di sekeliling kawasan Swadaya atau tampak depannya di deretan bangunan ruko yang terdapat rumah makan Ampera dan tampak belakangnya di eks Bioskop Swadaya atau yang sekarang digunakan tempat pedagang goreng ayam. Untuk membangun Ciamis Squere ini butuh dana sekitar Rp. 100 milyar. Dan untuk pembangunannya akan ditawarkan ke pihak swasta. Karena Pemkab tidak mungkin mengalokasikan dana sebesar itu,” katanya. (Bgj/Koran-HR)