Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dalam rangka membantu sesama umat muslim di bulan suci ramadhan, komunitas anak muda pencinta sepakbola Ciamis yang tergabung dalam Sagaluh FC dan komunitas Football Boots Indonesia membuka Warung Sedekah Sagaluh yang berlokasi di depan GOR Futsal GR atau tepatnya di Jalan Statsiun Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Seperti namanya warung sedekah. Warung ini tidak bertransaksi seperti pedagang pada umumnya, tetapi ada unsur sosial untuk membantu warga yang membutuhkan makanan saat berbuka puasa. Memang tidak gratis. Tapi siapapun yang datang ke warung ini bisa makan sepuasnya dengan hanya mambayar uang seikhlasnya atau sepunyanya.
Meski bayar seikhlasnya, tapi menu makanan yang disajikan di warung ini tidak sembarang. Justru makanan yang tersedia seperti ayam goreng, ayam bakar, pepes ikan, telur balado, lalap, sambel, sayur dan timbel dipasok dari rumah makan ternama di Ciamis, yakni Rumah Makan Beti dan Rumah Makan Mirah. Makanya, setiap warung ini buka, langsung diserbu oleh warga.
Koordinator Warung Sedekah Sagaluh, Ari Jumari, saat ditemui Senin (21/05/2018), mengatakan, warung sedekah yang digagas oleh pencinta sepakbola Ciamis ini baru buka pada Sabtu (19/5/2018). Pada hari pertama, ujar dia, warung ini mangkal di halaman Stadion Galuh Ciamis. Namun, karena tidak diperbolehkan membuka lapak di halaman stadion, kemudian di hari kedua pindah tempat ke halaman GOR Futsal GR.
“Alhamdulilah, kami sudah mendapat ijin menggelar lapak dagangan di depan GOR GR. Rencananya warung ini akan buka setiap sore hingga 20 hari kedepan atau selama bulan ramadhan,” katanya.
Ari mengatakan, kegiatan ini tidak ada unsur bisnis, tetapi murni memberikan sedekah kepada warga yang membutuhkan makanan untuk berbuka puasa. Karena, menurutnya, uang dari hasil jualan pun akan disedekahkan kepada orang yang membutuhkan yang disetor melalui Baznas Ciamis.
“Jadi, tujuan berdirinya warung sedekah ini, murni bakti sosial untuk mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan positif. Dan Alhamdulilah kami pun mendapat bantuan makanan dari rumah makan Beti dan rumah makan Mirah,”ujarnya.
Dalam sehari, kata Ari, pihaknya menyediakan 70 porsi makanan. Dari jumlah itu, 50 porsi makanan untuk disajikan di warung saat buka puasa. Sementara 20 porsi sisanya untuk warga yang ingin makanannya dibawa pulang ke rumahnya.
“Sistem pembayarannya tidak membayar kepada kami, tetapi pembeli memasukan uang seikhlasnya atau sepunyanya kedalam kotak amal yang disediakan. Kami pun tidak berhak tahu si pembeli memasukan uang barapa kedalam kotak amal, karena ini sistemnya seikhlasnya. Uang yang dikumpulkan dari hasil kotak amal itu yang nantinya akan disumbangkan lagi melalui Baznas,” terangnya. (Her2/R2/HR-Online)