Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Komunitas Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Pangandaran, Jawa Barat, menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN), Jum’at (25/05/2018), bertempat di Sekretariat Bima Panggayana Pangandaran. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka kampanye pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Pangandaran.
Selain komunitas ODHA, Acara yang dimulai dari jam 21.00-23.30 WIB itu dihadiri pula Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, perwakilan dari AHF Indonesia, KPAD Pangandaran, dan Yayasan Mata Hati Jawa Barat.
Pada kesempatan itu, Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, mengatakan, melihat dari kata renungan biasanya muncul setelah kita berbuat atau melakukan suatu hal yang melanggar norma.
“Namun, MRAN ini justru untuk menyadarkan para ODHA supaya jangan putus mengakses obat, dan masyarakat pun mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS agar tidak tertular,” katanya, kepada HR Onlie, saat dijumpai di sela-sela acara.
Yadi juga menjelaskan, meski baru pertama kalinya MRAN dilakukan di Pangandaran setelah menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), namun dirinya mengaku sangat antusias terhadap kegiatan yang dilakukan oleh para ODHA ini.
Pihaknya pun berharap untuk kegiatan MRAN tahun depan harus bisa ditingkatkan lagi, supaya jangan hanya ODHA saja yang datang, tetapi stakeholder terkait juga perlu mendukung kegiatan tersebut.
Karena menurutnya, peran pemerintah dan masyarakat luas juga harus turut dihadirkan agar stigma negatif terhadap ODHA bisa ditekan. Yadi juga menegaskan, ODHA tidak ada bedanya dengan masyarakat biasa. Jadi tidak harus dijauhi, melainkan bagaimana upaya untuk menjauhi penyakitnya.
“HIV/AIDS itu tidak menular dengan sembarangan. Jadi jauhi penyakitnya, bukan orangnya,” tandas Yadi.
Di tempat yang sama, perwakilan dari AHF Indonesia untuk Kabupaten Pangandaran, Andry Martin, menjelaskan, bahwa Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) merupakan kegiatan kemasyarakatan, yang diselenggarakan pada bulan Mei setiap tahunnya secara serentak di seluruh dunia.
Di Indonesia, kegiatan ini sudah ada sejak tahun 1991. Namun, baru pada tahun 1996 penyelenggaraan MRAN menjadi meluas hampir ke seluruh provinsi di Indonesia.
Kegiatan tersebut bersifat non politis yang mengajak semua orang agar sejenak melupakan kesibukannya untuk melakukan renungan AIDS. Karena, MRAN ini bertujuan menyatukan semua orang dalam memikirkan sekaligus merenung epidemi AIDS yang sudah banyak mengambil nyawa manusia di dunia.
“Dengan MRAN, kita diajak juga untuk memberi dukungan kepada ODHA serta orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Melalui MRAN bukan saja untuk peduli terhadap masalah AIDS, namun kita diajak untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan. Jadi, MRAN bisa mengubah penderitaan menjadi tekad serta tindakan yang dapat membawa perubahan,” jelasnya. (Madlani/R3/HR-Online)