Berita Banjar, (harapanrakyat.com), Demi terjaganya stabilitas harga pangan, terutama beras saat bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran mendatang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, akan mengoptimalkan Toko Tani Indonesia (TTI) yang telah dirintisnya.
Diketahui, TTI merupakan pelaksanaan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang baru dijalankan kurang dari satu tahun kurang, dan akan dimaksimalkan saat bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Nanan Rohanan, kepada Koran HR, Senin (30/04/2014). Dia juga menjelaskan, dalam program PUPM itu, pihaknya mengadakan pasokan beras kualitas medium dari kelompok ke pengecer atau TTI, dengan harga jual ke masyarakat sebesar Rp.8.500 per kilogram.
“Sudah ada tiga Gapoktan atau Gabungan Kelompok Tani, dan dua Kelompok Tani atau Poktan binaan di Kota Banjar ini yang menjalankan program PUPM, seiring diterimanya kucuran bantuan dana dari Kementerian Pertanian RI di tahun 2018 ini,” terangnya.
Nanan menyebutkan, tiga Gapoktan dan dua Poktan yang dimaksud yakni yang punya pabrik penggilingan gabah. Masing-masing mendapat bantuan pengembangan usaha sebesar Rp 160 juta. Penggunaan dana usaha itu meliputi Rp 100 juta diperuntukkan membeli atau menyerap gabah petani, dan Rp 60 juta untuk operasional kegiatannya.
“Uang sebesar 100 juta rupiah harus cukup membeli gabah 20 ton, kemudian digiling menjadi beras untuk ditampung dan dijual. Harga jual telah ditentukan lebih rendah dari harga pasaran, yaitu 8.500 rupiah per kilogram, karena memang PUPM ini tujunannya untuk menstabilkan harga,” paparnya.
Sedangkan, uang sebesar Rp 60 juta digunakan untuk biaya transport pengiriman beras ke TTI, baik wilayah lokal, provinsi dan ke pusat. Selain itu, juga digunakan untuk membayar upah kerja pengemasan beras 5 kilogram, dan kebutuhan lainnya.
Usaha yang dijalankan kelompok tersebut selain melayani kebutuhan warga di daerahnya sendiri, juga baru-baru ini sudah melakukan suplai produk beras ke TTI pusat di Jakarta sebanyak 7 ton.
“TTI yang sudah berjalan dan dapat bantuan dana itu oleh kami terus dipantau, sebagaimana ketentuan dalam setahunnya harus bisa menyerap gabah 38 ton. Intinya, mereka dituntut menunjukkan perkembangan usaha secara signifikan,” tandas Nanan.
Mengingat keberadaan TTI untuk membantu pemerintah dalam menyediakan barang dan kebutuhan pangan dengan harga murah, imbuh Nanan, maka menghadapi Ramadhan dan Lebaran nanti pihak dinasnya akan mengoptimalkan ikut mendukung pelaksanaan operasi pasar (OP).
“Segera kita akan koordinasi dengan Disperindag agar OP nanti berasnya bisa diambil dari TTI. Kita siap bantu suplai beras untuk OP dengan harga murah dan kualitas bagus, sebagaimana peran TTI dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” pungkasnya. (Nanks/Koran HR)