Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Upaya pemerintah dalam menuntaskan kemiskinan secara merata ternyata hanyalah isapan jempol semata. Pasalnya, warga miskin yang hidup dalam kesusahan di beberapa wilayah masih saja ditemukan. Seperti halnya Nenek Tarsiah (68), warga Dusun Karangcengek, RT 21 RW 06, Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Di masa tuanya, Nenek Tarsiah justru hidup serba kesusahan dan jauh dari tetangga karena tinggal di sebuah gubuk di tengah sawah. Saat ditemui Koran HR, Senin (30/04/2018) lalu, Nenek Tarsiah mengaku terpaksa harus tinggal di gubuk beralaskan tanah dan berdinding tirai bambu yang sudah bolong. Tidak jarang, Nenek Tarsiah juga selalu dihantui rasa was-was saat hujan mengguyur wilayah tersebut.
“Nenek terpaksa tinggal disini karena inilah satu-satunya rumah milik nenek. Mau ikut sama anak, nenek gak betah. Makanya nenek tetap bertahan di rumah ini meski hidup serba kekurangan,” katanya.
Kepala Desa Pamarican, Endang Rahman, saat dihubungi Koran HR, Selasa (01/05/2018) membenarkan kondisi Nenek Tarsiah. Pihaknya juga berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk membantu meringankan penderitaan Nenek Tarsiah.
“Di Pamarican sebenarnya banyak warga miskin seperti Nek Tarsiah. Dari catatan saya, ada sekitar 20 warga miskin yang perlu bantuan rumah. Sebelumnya kami sudah mencoba mengajukan bantuan ke Pemda Ciamis, namun sampai sekarang masih belum ada realisasinya. Dari 20 rumah tidak layak huni, dua mendapatkan bantuan dari Baznas Ciamis,” katanya.
Dari Pantauan Koran HR di lapangan, Nenek Tarsiah hidup sendirian di gubuk bambu yang sebagian atapnya sudah bocor. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis memberikan bantuan rumah agar dirinya bisa hidup lebih nyaman. (Suherman/Koran-HR)