Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya tiba di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada pukul 23.45 WIB, Senin (23/04/2018). Sebelumnya kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini dijadwalkan tiba di Pangandaran pada sore tadi. Namun, karena faktor cuaca buruk yang tidak memungkinkan menggunakan pesawat ke Pangandaran, akhirnya Jokowi terpaksa menggunakan transportasi darat.
Keterlambatan kedatangan Jokowi ke Pangandaran pun disebabkan dari perubahan jadwal kunjungan. Awalnya Jokowi berniat datang ke Pangandaran pada Senin (23/04/2018) pagi. Setelah selesai acara di Pangandaran kemudian dilanjutkan mengunjungi korban terdampak gempa di Banjarnegara Jawa Tengah.
Namun, kemarin terjadi perubahan jadwal, dimana Jokowi mendahulukan mengunjungi korban terdampak gempa di Banjarnegara dan kemudian bertandang ke Pangandaran.
Saat tiba di Pangandaran, Jokowi langsung disambut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Pangdam Siliwangi, Kapolda Jabar dan sejumlah pejabat lainnya. Jokowi malam ini menginap di salah satu hotel di Pangandaran. Rencananya kegiatan Jokowi akan dimulai pada Selasa (24/04/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.
Sebelumnya, Jokowi dijadwalkan akan meninjau langsung proyek pembangunan waduk/embung senilai Rp. 7,9 miliar dari Program Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2018.
Lokasi embung tersebut terletak di tanah Hak Guna Bangunan(HGB) Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran seluas 4,1 hektar. Sementara itu, proyek tersebut sudah mulai berjalan dengan adanya alat berat yang mulai menggali tanah.
“Pembangunan waduk sudah dimulai, dan rencananya besok tanggal 24 April 2018 Pak Jokowi akan meninjau embung tersebut didampingi Ibu Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti,” ungkap Bupati Jeje Wiradinata.
Masih dikatakan Jeje, dalam kunjungan kerjanya, Presiden juga akan meninjau lokasi keramba jaring apung (KJA) off shore di Perairan Laut Pangandaran yang merupakan program dari KKP, serta meninjau lokasi pembangunan Piamari dan Gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan di Pelabuhan PPI Cikidang.
“Mungkin sekaligus meninjau Gedung Puskesmas dan pembangunan RSUD Pangandaran yang juga sedang dibangun,” jelas Jeje.
Pembangunan embung oleh KKP ini, lanjut Jeje, berfungsi sebagai areal untuk percontohan culture based fisheries, pengendalian banjir dan sebagai cadangan air di saat musim kemarau serta sebagai tempat wisata air daya tarik wisatawan.
“Sekarang tingkat kunjungan wisata ke Pangandaran meningkat bukan hanya pada hari Sabtu dan Minggu atau pada hari-hari libur saja, tetapi di hari-hari biasa juga kunjungan mulai ramai. Saya optimis Pangandaran akan ramai dikunjungi wisatawan baik Nusantara maupun mancanegara setelah adanya penataan kawasan wisata ini,” pungkas Jeje. (Ntang/R2/HR-Online)