Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Praktek penipuan dengan berkedok pemasangan layanan internet tampaknya tengah menyasar sejumlah sekolah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kini korbannya adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Bangbayang Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Sekolah ini didatangi oleh seseorang yang mengaku petugas Telkom Kawali dan menawarkan pemasangan jaringan internal melalui program ‘Internet In School’. Setelah pihak sekolah membayar biaya pemasangan, ternyata petugas itu tak datang lagi.
Selidik punya selidik, ternyata orang yang mengaku petugas Telkom itu seorang penipu. Hal itu diketahui setelah pihak sekolah melakukan konfirmasi ke kantor Telkom Kawali.
“Setelah ditunggu beberapa hari orang itu tak datang lagi, kemudian kami mendatangi kantor Telkom Kawali untuk menanyakan kapan pemasangan internet akan dilakukan. Betapa terkejutnya ketika mendengar penjelasan dari Telkom bahwa tidak pernah menugaskan karyawannya menawarkan pemasangan internet ke sekolah,” kata Adang, salah seorang guru di SDN 3 Bangbayang, kepada HR Online, Minggu (08/04/2018).
Bahkan, menurut Adang, pihak Telkom Kawali belakangan sering mendapat pengaduan terkait penipuan pemasangan internet di sekolah. “Korbannya kebanyakan sekolah Madrasah Ibtidayiah (MI) yang berada di wilayah Cipaku, Kawali dan Lumbung,” terangnya.
Adang menceritakan, awalnya sekolahnya kedatangan tamu yang mengaku seorang petugas Telkom Kawali pada Rabu (04/04/2018) lalu. Petugas itu mengaku bernama Hendra, warga Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Maksud kedatangannya untuk menawarkan program Internet In School. “Karena biayanya murah hanya sebesar Rp. 1.065.000,-, akhirnya kepala sekolah kami tertarik dan melakukan pemesanan. Biayanya pun sudah dilunasi pada saat melakukan pemesanan tersebut,” katanya.
Tak hanya uang, lanjut Adang, dua unit laptop milik sekolah dan milik salah seorang guru pun diserahkan kepada pelaku. Saat itu, kata dia, pelaku menyebutkan bahwa dua laptop tersebut mengalami kerusakan. Dan pelaku bersedia untuk memperbaiki. “Karena kami percaya bahwa dia adalah petugas Telkom, akhirnya dua unit laptop itu kami serahkan,” imbuhnya.
Namun, kata Adang, salah seorang rekannya sesama guru, bernama Juju, menaruh curiga terhadap orang yang mengaku petugas Telkom tersebut. “Karena Juju curiga, kemudian dia secara diam-diam mengambil foto wajah si pelaku. Selain itu, Juju pun memfoto sepeda motor metic yang digunakan si pelaku,” terangnya.
Menurut Adang, file foto wajah pelaku dan sepeda motornya kini sudah dikantonginya. Pihak sekolah berencana melaporkan kasus penipuan ini ke pihak kepolisian. “Ketika kami menanyakan ke pihak Telkom Kawali, apakah ada petugas yang bernama Hendra, ternyata tidak ada. Kami yakin bahwa orang itu adalah penipu. Bahkan menurut Telkom Kawali, sudah banyak pengaduan dari sejumlah sekolah yang sama terkena tipu dengan modus pemasangan internal program sekolah,” ujarnya. (Edji/R2/HR-Online)