Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Calon Bupati Ciamis, Herdiat, mengungkapkan rasa syukurnya mendapat dukungan dan kepercayaan penuh dari para ulama, kyai dan ustad di Kabupaten Ciamis. Dengan adanya dukungan tersebut, diakuinya memberikan energi dan motivasi untuk memenangkan perhelatan Pilkada Ciamis.
“Walapun HY (Herdiat-Yana) tidak punya apa-apa, namun kami mempunyai niat tulus serta percaya diri yang kuat untuk memajukan Kabupaten Ciamis menjadi daerah yang maju dan masyarkatnya sejahtera. Kami yakin apabila semua kompenen masyarakat bersatu, bisa mewujudkan Ciamis lebih baik,” ungkapnya, saat menghadiri acara Halaqoh Ulama yang dihadiri oleh ribuan kiyai,ulama dan ustad yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Sabtu, (21/04/2018).
Berita Terkait: (Pilkada Ciamis) Ribuan Ulama, Kyai dan Ustad Siap Berikhtiar Menangkan Herdiat-Yana
Herdiat pun berharap apabila dirinya bersama Yana D Putra ditakdirkan memimpin Kabupaten Ciaimis, program serta visi dan misi pasangan Herdiat-Yana bisa terlaksana dengan baik, serta dapat diterima oleh semua elemen masyarakat, khususnya ulama kiyai dan ustad di Kabupaten Ciamis. “Kalau kami nanti lupa, mohon diingatkan,” kata Herdiat di depan hadirin yang hadir.
Herdiat mengaku dengan adanya dukungan dari ulama, kyai dan ustad, dirinya semakin percaya diri bisa memenangkan perhelatan Pilkada Ciamis. “Terus terang, adanya dukungan dari para kyai, ulama dan ustad, memberikan energi dan motivasi bagi kami untuk memenangkan perhelatan Pilkada,” tegasnya.
Terkait 26 kesepakatan dengan para ulama, kyai dan ustad, Herdiat mengatakan, tanpa adanya kesepakatan pun sebetulnya 26 point tersebut merupakan tugas bupati yang harus dijalankan, termasuk menertibkan Perbup dan Perda yang diminta para ulama, kyai dan ustad di Kabupaten Ciamis. “Insyaallah, apabila saya bersama Pak Yana terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Ciamis, 26 point yang dimina itu, seluruhnya akan direalisasikan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu pun Herdiat mengulas terkait isu dan fitnah yang akhir-akhir ini instens menyerang dirinya. Menurutnya, fitnah itu dibuat oleh orang yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan untuk menjatuhkan nama baiknya. Fitnah tersebut, kata dia, disebar di media sosial dan diwacanakan di lingkungan masyarakat.
“Meski mendapat fitnah dan terus diserang oleh isu-isu yang tidak benar, namun kami menyikapinya dengan tenang, santun dan anggap isu itu sebagai pelecut agar kami lebih bersemangat. Karena kami pun yakin masyarakat sekarang sudah cerdas dalam menyikapi informasi yang berkembang,”ungkapnya. (es/R2/HR-Online)