Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),- Hati-hati jika Anda mendapatkan panggilan atau missed call dari nomor yang tidak dikenal, apalagi nomor tersebut berasal dari luar negeri. Pasalnya, saat ini sedang ramai-ramainya panggilan scam atau penipuan dengan cara missed call.
Biasanya nomor yang digunakan oleh para penipu dari negara Kongo atau Kenya yang diawali dengan nomor+242. Mereka melakukan panggilan yang kemudian langsung dimatikan atau missed call.
Seperti penipuan via telpon pada umumnya, mereka melakukannya ke nomor handphone secara acak. Lantas apa ruginya bagi si penerima missed call ini? Apabila Anda menelpon balik ke nomor tersebut, maka pulsa yang ada akan terkuras.
Kasus yang juga pernah terjadi di Australia ini dinamakan Call-back Scam. Dan si pelaku penipuan ini bisa melakukan panggilan dalam satu hari sebanyak dua kali.
Meski yang ditelpon secara acak namun mereka tidak berarti menemukan nomor telpon secara acak. Diketahui, bahwa si penipu mendapatkan nomor calon korban dari internet.
Menurut ahli digital forensik, Ruby Alamsyah, seperti dikutip dari liputan6.com, pelaku mengambil nomor lewat internet dan dilakukan pula secara terorganisir. Namun nomor yang dapat bukan berasal dari kebocoran pihak operator, melainkan ada software-nya.
“Contohnya ada yang mencantumkan nomor teleponya di situs jual beli atau semacamnya, maka si penipu dengan gampangnya dianalisa nomor tersebut, kemudian nomor itu diubah sedikit,” jelasnya.
Selain didapatkan dari internet, dalam melakukan scam pelaku juga memakai software khusus. Akan tetapi Ruby tidak mau mengungkapkan software apa yang dipakai, karena takut disalahgunakan.
Kejadian serupa juga pernah terjadi di Jepang di awal tahun 2000. Jika saat ini dinamakan Call-back Scam, namun trik tersebut di Jepang dinamakan “Wangiri”, atau panggilan tak terjawab.
Cara penipuannya pun sama, yaitu dengan melakukan missed call dengan tidak meninggalkan note atau pesan. Korban yang merasa penasaran dengan tidak sadar akan melakukan panggilan balik.
Nah, ketika panggilan balik itu diterima oleh si penipu, secara tidak langsung pulsa akan terkuras atau tagihan telpon akan membengkak, yang ujung-ujungnya pulsa atau tagihan tersebut mengalir ke kantong si penipu.
Biasanya si penipu akan melakukan missed call di jam-jam yang tidak wajar, seperti tengah malam atau dini hari.
Meski modus penipuan tersebut sudah ketinggalan zaman, namun tidak sedikit yang menjadi korban. (Adi/R5/HR-Online)