Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Warga Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, terpaksa harus selalu mengungsi setiap kali hujan mengguyur wilayah tersebut. Hal itu menyusul hujan disertai pergerakan tanah yang mereka rasakan beberapa waktu lalu.
Yani (39), warga Selacai, ketika ditemui Koran HR, Senin (26/02/2018), mengaku masih selalu dihantui rasa was-was ketika hujan kembali mengguyur wilayah tersebut. Untuk itu, setiap kali hujan, dia dan warga lain mengungsi ke tempat aman.
Sahri, warga lainnya, ketika ditemui Koran HR, Senin (26/02/2018), menuturkan, selama ini warga yang rumahnya terancam longsor selalu mengungsi ke tempat aman bila hujan datang. Apalagi bila hujan turun di malam hari. Mereka khawatir hujan akan membawa pengaruh buruk terhadap kondisi tanah di wilayah itu.
Kepala Desa Selacai, Kuswandi, ketika ditemui Koran HR, Senin (26/02/2018), membenarkan, beberapa waktu lalu pergerakan tanah sepanjang 200 meter dengan kedalaman 180 centimeter terjadi di blok Ciresik.
“Pergerakan tanah ini sudah kami laporkan ke BPBD Kabupaten Ciamis,” katanya.
Pusdal Ops BPBD Kabupaten Ciamis, Pujitio Sentoso, ketika dimintai keterangan, Senin (26/02/2018), menegaskan, pihaknya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagan menghadapi pergerakan tanah yang terjadi.
“Kepastian adanya potensi longsor atau tidak, kita tunggu hasil dari para ahli. Agar potensi retakan dan pergerakan tanah tidak bertambah, retakan tanah harus dipadatkan dengan timbunan tanah, agar ketika terjadi hujan air tidak masuk,” katanya.
Selain di Desa Selacai, pergerakan tanah juga terjadi di wilayah Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku. Intensitas hujan yang mengguyur beberapa waktu belakangan ini juga mengakibatkan ruas jalan desa mengalami retak. (Dji/Koran HR)