Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Angin puting beliung yang bersamaan dengan hujan deras, pada Kamis (22/03/2018) sore, tampaknya terjadi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Selain melanda daerah Cijeungjing, angin kencang yang mampu merobohkan pohon besar itupun melanda daerah Buniseuri Kecamatan Cipaku dan Alinayin Kecamatan Baregbeg.
Di kawasan Alinayin atau tepatnya di jalan raya Ciamis- Cirebon, dilaporkan angin kencang merobohkan pohon besar hingga menutup badan jalan. Akibatnya, terjadi antrian kendaraan menyusul diberlakukan sistem tutup buka. Sementara di daerah Buniseuri Kecamatan Cipaku, angin kencang merobohkan beberapa pohon besar hingga sejumlah rumah warga mengalami kerusakan yang cukup parah. Hingga berita ini ditulis, pemerintah desa setempat masih melakukan pendataan kerusakan rumah.
Menurut Hermansyah, seorang pengendera yang juga warga Buniseuri Kecamatan Cipaku, selain terdapat pohon tumbang, akibat angin kencang yang melanda kawasan Alinayin juga mengakibatkan jalan licin. Para pengendara, terutama pengendara sepeda motor, harus ekstra hati-hati saat melintas jalan tersebut.
“Akibat hujan deras dan ditambah antrian kendaraan yang cukup padat menyusul pohon tumbang yang menghalangi badan jalan, membuat jalan menjadi licin. Akibatnya, perjalanan kendaraan dari Ciamis menuju Buniseuri harus menghabiskan waktu sekitar 3 jam,” ujarnya, kepada HR Online, Kamis (22/03/2018).
Sementara itu, Kepala Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Maman Sulaeman, mengatakan, akibat angin puting beliung yang menyapu wilayahnya, mengakibatkan sejumlah pohon bertumbangan dan belasan rumah warga mengalami kerusakan. Namun, tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Hanya akibat kerusakan rumah diperkirakan mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
“Penyebab kerusakan rumah, ada yang tertimpa pohon dan ada juga yang gentingnya berterbangan akibat disapu angin kencang,” ujarnya, kepada HR Online, Kamis (22/03/2018).
Namun begitu, lanjut Maman, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan. “Sekitar belasan rumah yang mengalami kerusakan. Namun jumlah pastinya, harus menunggu kami selesai melakukan pendataan,” ujarnya. (Edji/R2/HR-Online)