Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Syari’ah dan Tarbiyah STAIMA Kota Banjar melakukan penggalangan dana untuk korban bencana alam di Kabupaten Kuningan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama tersebut dilakukan selama 3 hari sejak Senin (05/03/2018) hingga Rabu (07/03/2018). Lokasi penggalangan tersebut, para mahasiswa terpencar di wilayah Alun-alun Kota Banjar, Taman Kota, serta pertigaan Parungsari.
Ahmad Mungalim, Koordinator Penggalangan Dana, mengatakan, bakti sosial yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut merupakan bagian dari bentuk kepedulian terhadap sesama, terlebih di daerah Jawa Barat yang terdampak musibah bencana alam seperti di Kuningan beberapa waktu lalu yang mengalami longsor dan pergerakan tanah hingga akses jalan ke wilayah mereka terganggu.
“Kita berusaha semampu kita untuk membantu meringankan mereka yang terdampak bencana. Meskipun tidak seberapa, mudah-mudahan saja amanat dari masyarakat Banjar untuk korban bencana alam di Kuningan bisa bermanfaat bagi mereka,” jelasnya kepada Koran HR, Selasa (06/03/2018).
Mungalim menambahkan, setelah 3 hari melakukan penggalangan dana, pihaknya akan langsung memberikan bantuan tersebut kepada korban bencana dengan sebelumnya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan PMII yang ada di Kuningan. Hal ini, kata dia, agar bantuan tersebut tepat sasaran dan bisa digunakan dengan baik oleh korban.
“Nanti ada perwakilan dari kami yang ke sana. Kita juga sudah kontak dengan sahabat-sahabat PMII di sana untuk mengetahui korban mana yang perlu dibantu dari sini. Ini bentuk ikhtiar kita untuk saling membantu masyrakat selain kita sebagai insan akademik,” pungkasnya.
Sementara itu, Sirojul Muntaha, Ketua PC PMII Kota Banjar, mengapresiasi gerakan sosial yang dilakukan oleh kader-kader PMII tingkat kampus tersebut. Ia menyampaikan, bahwa PMII bukan hanya organisasi yang berkutat di bidang akademik saja, akan tetapi tanggungjawab mahasiswa sebagai penyambung aspirasi masyarakat juga merupakan tugas utamanya.
“Ya ini aksi nyata PMII kepada masyarakat. Bukan hanya ini saja, tentunya masih banyak kegiatan lain di PMII yang erat kaitannya dengan masyarakat, apalagi bidang advokasi. Mudah-mudahan PMII bisa terus menyatu dengan masyarakat dan ini juga sebagai bahan pembelajaran bagi kader sebelum mereka benar-benar terjun ke masyarakat,” katanya. (Muhafid/Koran HR)