Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Ani Supiani, mengungkapkan, berdasarkan informasi dari BMKG, hingga bulan Mei mendatang, wilayah Kabupaten Ciamis, diprediksi masih dilanda cuaca ekstrim. Dengan begitu, potensi bencana angin puting beliung masih mengancam wilayah Kabupaten Ciamis.
“Wilayah Kabupaten Ciamis memang masuk salah satu daerah rawan bencana angin puting beliung dan longsor. Dari peringkat kerawanan bencana di tingkat nasional saja, Kabupaten Ciamis menempati posisi ke 15. Sementara untuk di Jawa Barat, Kabupaten Ciamis berada di peringkat 6 daerah rawan bencana,” katanya, Kamis (22/03/2018).
Karena itu, Ani menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Ciamis untuk meningkatkan kewaspadaan bencana. Menurutnya, apabila terjadi hujan deras yang disertai angin kencang, warga harus segera mencari tempat aman. “Apabila di sekitar pekarangan rumah terdapat pohon besar, sebaiknya ditebang. Hal itu untuk meminimalisir dampak kerusakan rumah atau keselamatan jiwa apabila terjadi angin puting beliung,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Ciamis, mencatat, dalam dua bulan terakhir ini, sudah tiga kali di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terjadi bencana angin puting beliung. Dalam tiga kali bencana itu, tercatat 1640 rumah warga mengalami kerusakan yang bervaratif.
Dari data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Ciamis, bencana angin puting beliung pertama terjadi di Kecamatan Rajadesa dan Kecamatan Jatinagara pada tanggal 1 Februari 2018. Kemudian berlanjut selang satu hari kemudian atau tanggal 2 Februari 2018, dimana angin puting beliung menyapu wilayah Kecamatan Ciamis, Tambaksari dan Rancah.
Kejadian ketiga terjadi pada tanggal 21 Maret 2018 dengan titik lebih banyak dari sebelumnya, dimana angin puting beliung mengamuk di wilayah Kecamatan Ciamis, Sadananya, Cijeungjing, Cisaga, Pamarican dan Lakbok.
Ani Supiani, mengatakan, sebelum terjadi bencana yang ketiga atau tanggal 21 Maret 2018, pihaknya sudah merampungkan pendataan kerusakan rumah terdampak puting beliung yang terjadi pada tanggal 1 dan 2 Februari 2018.
“Sampai bencana yang kedua, kami mencatat sebanyak 1440 rumah mengalami kerusakan. Sementara untuk bencana yang ketiga, pendataannya belum selesai, karena masih ada pemerintahan desa yang wilayah terdampak bencana, belum masuk laporannya kepada kami. Sementara baru sekitar 200 rumah yang sudah masuk datanya,” ujarnya. (Her2/R2/HR-Online)
Berita Terkait
BPBD: Dalam 2 Bulan Terakhir, 1640 Rumah di Ciamis Rusak Akibat Puting Beliung
Puting Beliung Sapu Daerah Buniseuri dan Alinayin Ciamis, Belasan Rumah Rusak
Puting Beliung Kembali Terjang Ciamis, Korbannya Mobil Tertimpa Pohon Hingga Ringsek