harapanrakyat.com,- Komplek tobong bata (tempat pembakaran bata merah) di Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karamgpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, kerap diceritakan warga setempat bahwa di lokasi tersebut dihuni makhluk halus.
Seperti yang diceritakan Iman (47), salah seorang pengrajin bata merah, kepada Koran HR, Selasa (06/3/2018). Menurutnya, terkadang tobong-tobong tersebut terlihat sangat menyeramkan yang membuat bulu kuduk merinding. Apalagi jika tengah melakukan pembakaran bata merah pada malam hari.
“Pernah saya mengalami diganggu sama makhluk halus yang berada di salah satu tobong bata. Ketika itu saya sedang melakukan bakar bata pada malam hari, tiba-tiba saya mendengar suara perempuan menangis dan bahkan terkadang tertawa,” tutur Iman.
Senada dikatakan Utim (48), pengrajin bata merah lainnya. Menurut dia, di lokasi tersebut tidak hanya terdengar suara ghaib, tapi terkadang mereka pun menampakan wujudnya menyerupai kuntilanak. “Hal seperti itu sudah tidak aneh lagi bagi saya,” kata Utim.
Kejadian mistis ini pun dibenarkan Marsimin (63), pengrajin bata lainnya. Ia menceritakan bahwa makhluk halus yang sering muncul di sekitar areal tobong bata ini jenisnya lumayan banyak, mulai dari sosok menyerupai kuntilanak, genderwo, dan jenis makhluk astral lainnya.
“Memang cukup angker. Sebelum ada tobong bata, dulunya lokasi ini merupakan kebun bambu dan terdapat puluhan kuburan tua,” terang Marsimin.
Sementara itu Parno (59), salah seorang warga yang juga mengaku pernah mengalami kejadian mistis di salah satu tobong bata yang ada di lokasi tersebut, juga mengatakan, saat dirinya sedang melakukan proses pembakaran, ia mendengar dengan sangat jelas seperti ada orang sedang menurunkan kayu dari sebuah mobil pick up di tobong bata sebelah. Namun, ketika dilihat ternyata tidak ada aktivitas apa pun di areal tobong tersebut.
“Kejadiannya sudah lama, pada malam itu saya sedang melakukan proses pembakaran bata merah bersama teman-teman, dan saya mendengar suara-suara seperti itu. Tapi ketika didatangi ke sumber suara ternyata tidak ada aktivitas apa-apa,” kata Parno.
Hal serupa juga diungkapkan Sumirat (38), yang juga sebagai pengrajin bata merah. Dirinya mengaku ketika sedang membakar bata merah, tiba-tiba tercium aroma bau kemenyan, keudian berganti dengan aroma bau amis, hingga tercium minyak wangi khas orang meninggal.
“Kejadiannya sekitar satu minggu lalu. Memang hampir setiap pengrajin bata merah di sini pasti pernah mengalami hal aneh pada saat melakukan proses pembakaran bata. Awalnya memang takut, tapi karena sering maka lama-lama sudah terbiasa,” ucap Sumirat.
Endi (45) salah satu pemilik tobong bata, membenarkan bahwa komplek tobong bata di Lingkungan Parungsari jika pada malam hari sering terjadi hal-hal aneh di luar pikiran dan akal sehat manusia.
“Bagi para pengrajin bata di sini, hal seperti ini sudah tidak aneh, dan saya minta tak perlu dibesar-besarkan. Kami pun tidak merasa terganggu oleh keberadaan makhluk ghaib tersebut,” pungkasnya. (Hermanto/Koran HR)