Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Ciamis, mencatat, dalam dua bulan terakhir ini, sudah tiga kali di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terjadi bencana angin puting beliung. Dalam tiga kali bencana itu, tercatat 1640 rumah warga mengalami kerusakan yang bervaratif.
Dari data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Ciamis, bencana angin puting beliung pertama terjadi di Kecamatan Rajadesa dan Kecamatan Jatinagara pada tanggal 1 Februari 2018. Kemudian berlanjut selang satu hari kemudian atau tanggal 2 Februari 2018, dimana angin puting beliung menyapu wilayah Kecamatan Ciamis, Tambaksari dan Rancah.
Kejadian ketiga terjadi pada tanggal 21 Maret 2018 dengan titik lebih banyak dari sebelumnya, dimana angin puting beliung mengamuk di wilayah Kecamatan Ciamis, Sadananya, Cijeungjing, Cisaga, Pamarican dan Lakbok.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan, sebelum terjadi bencana yang ketiga atau tanggal 21 Maret 2018, pihaknya sudah merampungkan pendataan kerusakan rumah terdampak puting beliung yang terjadi pada tanggal 1 dan 2 Februari 2018.
“Sampai bencana yang kedua, kami mencatat sebanyak 1440 rumah mengalami kerusakan. Sementara untuk bencana yang ketiga, pendataannya belum selesai, karena masih ada pemerintahan desa yang wilayah terdampak bencana, belum masuk laporannya kepada kami. Sementara baru sekitar 200 rumah yang sudah masuk datanya ,” ujarnya, Kamis (22/03/2018).
Ani menjelaskan, seluruh data kerusakan rumah terdampak puting beliung yang terjadi pada bulan Februari lalu, sudah diusulkan untuk mendapat bantuan stimulan. Rencananya, kata dia, bantuan tersebut akan cair pada bulan Mei mendatang. “Kalau bencana yang ketiga pendataannya belum selesai. Jadi kami belum bisa memperkirakan kapan bantuannya akan dicairkan,” ungkapnya. (Her2/R2/HR-Online)