Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),- Tidak sedikit orang yang masih mencari celah untuk masuk ke konten negatif. Padahal, niatan Kominfo agar masyarakat tidak bisa lagi mengakses konten tersebut punya tujuan yang baik.
Salah satu alasan memblokir konten berbau negatif ini yaitu tidak aman untuk si pengakses. Sudah banyak yang menjadi korban karena membuka konten negatif di dunia maya ini.
Korban yang dirugikan itu mulai dari pemerasan sampai penyebaran malware yang dianggap sangat berisiko, baik untuk komputer maupun smartphone. Hal itu terbukti dari laporan yang diungkapkan oleh perusahaan keamanan siber dan anti virus terkenal, Kaspersky Lab.
Perusahaan asal Rusia ini menjelaskan modus yang digunakan para penjahat siber untuk menjebak pengguna dunia maya ketika mengakses konten tersebut. Berikut modusnya menurut Kaspersky Lab, yang dirangkum dari berbagai sumber.
# Flash Player Palsu
Jika Anda ingin melihat film atau streaming bahkan main gim online di internet harus menginstal terlebih dulu flash player. Karena begitu pentingnya software dari Adobe ini, sehingga dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk mengirimkan pesan kepada pengakses untuk menginstal flash player terkebih dulu sebelum menonton video.
Padahal, tidak ada flash player khusus untuk menonton video tersebut di internet. Sehingga jika Anda sudah menginstal perangkat lunak untuk melihat multimedia ini, jangan sampai tergiur untuk memasang flash player palsu tersebut. Karena sudah dipastikan bahwa flash player itu mengandung malware.
Apabila ingin memasang atau mengupdate flash player lebih baik kunjungi situs resmi dari Adobe, jangan menginstal software dari situs-situs yang tak jelas.
# Phising
Modus penipuan lainnya yaitu melalui phising atau metode yang dipakai untuk menipu target dengan tujuan untuk mencuri akun target. Jadi untuk kasus modus penipuan ini, pelaku akan “memancing” atau menjebak korban ketika mengakses konten negatif.
Melalui phising ini, pelaku bisa mencuri informasi kartu kredit korban, dengan cara menakut-nakuti si korban saat menonton film negatif tersebut.
Jebakan itu muncul saat korban sedang menikmati film negatif di internet, kemudian tiba-tiba muncul tab atau halaman baru yang biasanya isinya memberitahu kalau komputer atau smartphone si korban terkena virus atau malware yang sangat berbahaya.
Umumnya, jebakan itu saat korban mengklik tautan di situs dengan konten negatif atau bisa juga korban mengontak nomor yang dipakai oleh penjahat siber.
# Mengajak Kencan Palsu
Saat nikmat-nikmatnya menonton video tersebut, mendadak muncul ajakan kencan palsu. Untuk membujuk dan menjebak korban, penipu biasanya memasang foto yang sangat menggoda. Padahal, foto tersebut palsu atau bukan asli si penipu.
Jika memang ada pesan ajakan kencan, jangan sampai Anda mengklik profil si penipu, karena apabila klik profilnya maka akan keluar tab baru yang menjebak agar korban memasukkan biodata pribadi sebelum berkencan.
# Software Palsu
Modus terakhir yaitu malware jahat bisa menyamar menjadi software atau aplikasi palsu. Motode yang dipakai penjahat siber adalah menakut-nakuti korban, yaitu biasanya dengan surat palsu yang berasal dari FBI.
Isinya, menuduh korban mempunyai konten negatif anak. Karena tujuannya memang menukat-nakuti korban, maka korban yang takut oleh isi surat dari FBI akan gampang diperas. Karena memang tujuan utama dari penjahat siber ini adalah pemerasan. (Adi/R5/HR-Online)