Seorang guru ngaji di Dusun Cimarongmong, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis, setelah dianiaya dan disetrum orang tak dikenal usai mengajar ngaji di masjid Nurul Iman, Senin (26/02/2018). Foto: Tantan Mulyana/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Rian Riana, seorang guru ngaji di Dusun Cimarongmong, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kepada Koran HR, Selasa (27/02/2018), mengaku selama ini dirinya tidak merasa mempunyai musuh. Dia juga tidak menyangka akan mengalami penyerangan dan penganiayaan oleh orang tak dikenal.
“Saya diserang dari belakang, jadi tidak tahu persis pelakunya. Karena setelah dipukul dan disetrum, saya langsung pingsan,” kata Rian.
Sebelumnya, Seorang guru ngaji di Dusun Cimarongmong, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis, setelah dianiaya dan disetrum orang tak dikenal usai mengajar ngaji di masjid Nurul Iman, Senin (26/02/2018).
Kepala Desa Darmacaang, Ii Suherli, ketika ditemui Koran HR, Selasa (27/02/2018), membenarkan penganiayaan yang dialami korban bernama Rian Riana oleh orang tak dikenal hingga mengalami luka memar.
“Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka memar pada bagian kepala dan pinggang. Korban dipukul dengan menggunakan batu. Sebelumnya, korban disetrum sampai pingsan. Kejadiannya pada malam hari, sepulang dari masjid. Selang beberapa meter dari masjid, secara tiba-tiba korban diserang dari arah belakang oleh orang tidak dikenal,” ungkapnya.
Ii menjelaskan, akibat penyerangan dan penganiayaan itu korban langsung tidak sadarkan diri. Setelah sadar korban berteriak meminta tolong. Pelaku pun langsung kabur melarikan diri setelah melihat warga berdatangan. (Tan/Koran-HR)