Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Inovasi yang dilakukan kelompok tani (Poktan) di Dusun Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang berhasil memanfatkan sampah menjadi pupuk organik hingga bermanfaat dalam mengembangkan usaha pertanian sayur mayur, tampaknya mendapat apresiasi dari Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin.
Bahkan, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, Pemkab Ciamis menggelar acara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat kabupaten di areal pertanian yang dikelola oleh kelompok tani Dusun Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Jum’at (09/02/2018).
Dalam kesempatan itu, hadir Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, Ketua Komisi II DPRD Ciamis Ganjar M Yusuf, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis Oman Rohman, jajaran Muspida, jajaran perangkat Desa Pawindan, tokoh Masyarakat, para penggiat pertanian dan para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, mengaku salut dengan inovasi yang dilakukan kelompok tani Pasirpeuteuy. Dia mengatakan pemanfaatan daur ulang sampah menjadi sebuah produk bernilai ekonomis manfaatnya multiguna. Selain membantu dalam mengurangi volume sampah, juga dari hasil daur ulang akan menghasilkan sebuah produk yang bermanfaat.
“Seperti di Desa Pawindan ini, dari hasil daur ulang sampah bisa menghasilkan pupuk organik dan dimanfaatkan untuk usaha lahan pertanian. Ini inovasi luar biasa. Dan patut diadopsi serta dikembangkan di seluruh desa di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Iing mengungkapkan, apabila konsep daur ulang sampah bisa dikembangkan di seluruh desa di Kabupaten Ciamis, tentunya akan membantu pemerintah dalam melakukan penanggulangan sampah. “Jadi, sampah rumah tangga tidak semuanya masuk ke TPS dan TPA. Tetapi dilakukan pemilahan terlebih dahulu di masing-masing desa. Sampah yang bisa didaur ulang silahkan manfaatkan. Jika itu dilakukan, maka akan membantu menekan volume sampah di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Apabila volume sampah di Kabupaten Ciamis bisa ditekan, lanjut Iing, otomatis akan mengurangi beban anggaran pemerintah daerah dalam penanggulangan sampah. “Kalau dari dampak ini bisa mengurangi anggaran penanggulangan sampah, maka sisa anggarannya bisa dialihkan untuk membantu modal usaha kelompok-kelompok pendaurulang sampah. Makanya kami minta konsep ini terus ditingkatkan dan bisa menjadi contoh bagi desa lainnya,” ujarnya.
Kedepannya, lanjut Iing, areal pertanian di Pasirpeuteuy ini bisa dikembangkan menjadi kawasan agro wisata yang mempromosikan konsep daur ulang sampah sampai berhasil dijadikan pupuk organik. “Nantinya kelompok-kelompok tani dari daerah lain bisa belajar di sini dalam mengembangkan potensi pertaniannya. Bisa juga sebagai wahana edukasi anak-anak sekolah agar terinspirasi dalam konsep pendaurulangan sampah dan pengelolaan pertanian,” ungkapnya. (Her/R2/HR-Online)