harapanrakyat.com,- Memasuki musim Pilkada tahun 2018, khususnya di Kota Banjar, pegiat literasi dari Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, terutama dalam menggunakan simbol-simbol yang diindikasikan menyerupai simbol yang digunakan pasangan calon di Pilkada ini.
Seperti halnya simbol salam literasi yang sering digunakan dengan tanda telunjuk mengacung dan ibu jari menyamping membentuk huruf L, hampir sama dengan simbol yang digunakan oleh salah satu pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Banjar. Dari ini, YRBK menegaskan bahwa pihaknya tidak ada kaitannya dengan gerakan mendukung salah satu paslon.
“Jangan sampai kita dianggap dan diasosiasikan mendukung satu Paslon tertentu dengan simbol tersebut,” tegash Siti Maroah, Ketua YRBK, melalui press releasenya yang diterima HR Online.
Untuk situasi seperti ini, jelas Siti, pihaknya mengaku telah melayangkan surat ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Banjar yang berisi permohonan membuat himbauan kepada Paslon untuk tidak menggunakan simbol tersebut yang sering digunakan pegiat literasi.
“Jika hal itu tidak ada tanggapan seperti yang diharapkan, kami menegaskan bahwa simbol salam literasi ini sudah sejak lama digunakan oleh pegiat literasi dan tidak ada kaitannya dengan kampanye salah satu paslon dalam Pilkada ini,” imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris YRBK, Ivan Mahendrawanto. Menurutnya, menyikapi hal ini pihaknya juga telah menyampaikan surat himbauan kepada sekolah dan pegiat literasi untuk sementara waktu tidak menggunakan simbol tersebut sebagai langkah antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi jika simbol-simbol tersebut diasosiasikan ke salah satu Paslon yang dapat menimbulkan citra buruk gerakan literasi di Banjar.
“Untuk sementara, salam literasinya diucapkan sambil mengangkat buku saja, tanpa diiringi telunjuk mengacung dan jempol menyamping membentuk huruf L,” pungkas Ivan. (Muhafid/R6/HR-Online)