Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, saat membuka kegiatan Operasi Pasar (OP) untuk beras kualitas medium yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan. Photo: Nanang Supendi/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kota Banjar, mencatat bahwa di wilayah kerjanya ada beberapa desa dan kelurahan yang wilayahnya termasuk penghasil atau lumbung gabah dan beras. Hal itu dilihat berdasarkan luasan lahan persawahan yang ada, seperti di Kecamatan Langensari. Wilayah tersebut sebagai penopang ketersedian cadangan pangan Kota Banjar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, Aswin, melalui, Kabid. Tanaman Pangan, Agus Kostaman, mengungkapkan, Kota Banjar memiliki beberapa desa/kelurahan sebagai penghasil gabah atau beras yang tersebar di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Langensari, Purwaharja, Pataruman dan Kecamatan Banjar.
“Luas pesawahan produktif di Kecamatan Langensari itu sekitar 1.500 hektar, terbagi Desa Waringinsari 387 hektar, Rejasari 328 hektar, Muktisari 264 hektar, Kujangsari 211 hektar, Bojongkantong 136 hektar, dan Desa Langensari 128 hektar,” papar Agus, kepada Koran HR, Senin (22/01/2018).
Kemudian, penghasil gabah/beras di wilayah Kecamatan Purwaharja meliputi Desa Mekarharja dengan luas lahan pesawahan mencapai 227 hektar, Raharja 187 hektar, Kelurahan Purwaharja 119 hektar. Selanjutnya, Kecamatan Pataruman meliputi Desa Binangun 169 hektar, Sinartanjung 88 hektar, Batulawang 89 hektar, Mulyasari 82 hektar, Sukamukti 75 hektar, dan wilayah Kecamatan Banjar meliputi Kelurahan Hegarsari 70 hektar, dan Desa Jajawar 56 hektar.
Agus juga mengatakan, jika diurutkan penghasil gabah terbesar per kecamatan, yaitu Langensari, Pataruman, Puwaharja dan Banjar. Sedangkan, total luas sawah produktif di Kota Banjar mencapai sekitar 3.500 hektar.
Pihaknya mengakui, beberapa desa/kelurahan yang memiliki lahan sawah paling luas, tentu menjadi basis wilayah penguatan stock beras sebagai penopang ketersedian atau ketahanan pangan Kota Banjar.
“Kami prediksi di bulan Februari mendatang akan ada beberapa wilayah desa/kelurahan yang panen padi pada hamparan sawah sekitar 2.066 hektar,” kata Agus. (Nanks/Koran HR)