Ilustrasi HIV/AIDS. Foto: Ist/Net
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Kabid Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Ciamis, dr. Yoyo, didampingi Kasi Penyakit Menular Dinkes Ciamis, M. Ivan dan Pengelola Program HIV/AIDS Dinkes Ciamis, Nova Dahliana, mengatakan, apabila merujuk pada wilayah kecamatan bahwa penderita HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis, lebih banyak ditemukan di Kecamatan Ciamis dan Kecamatan Banjarsari.
Nova mengatakan, tingginya angka penderita HIV/AIDS di Kecamatan Ciamis lebih dipengaruhi dari faktor kawasan perkotaan dengan kondisi masyarakat yang heterogen. Namun, kondisi di Kecamatan Banjarsari berbeda. Menurutnya, tingginya angka penderita HIV/AIDS di Kecamatan Banjarsari lebih disebabkan dari budaya rantau masyarakatnya yang cukup tinggi. Karena, menurutnya, sebagian besar penderita HIV/AIDS di Kecamatan Banjarsari, tertular saat mereka merantau ke luar kota.
“Dari 22 kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Banjarsari, sebagian besar tertular saat si penderita tengah merantau di luar kota. Ketika dia sudah mengalami sakit akibat tertular virus HIV/AIDS, baru pulang ke Banjarsari. Hampir kebanyakan seperti itu. Dan diketahui dia sudah tertular HIV/AIDS saat diperiksa di Banjarsari,” ungkapnya.
Nova mengatakan, memang sebagian besar penderita HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis lebih banyak yang tertular ketika merantau ke luar daerah. “Sebenarnya tidak hanya di Banjarsari saja, tetapi hampir di seluruh kecamatan kebanyakan yang tertular saat merantau ke luar daerah. Namun, kasus seperti ini di Kecamatan Banjarsari cukup tinggi apabila dibanding dengan kecamatan lain,” ujarnya. (Bgj/Koran-HR)
Berita Terkait
Hingga Tahun 2017, 69 Warga Ciamis Meninggal Akibat Sudah Terkena AIDS
Hingga 2017, 202 Warga Ciamis Mengidap HIV/AIDS, Mayoritas Tertular dari Hubungan Seksual
Di Ciamis, Banyak Penderita yang Tertular HIV/AIDS Saat Merantau