Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dua girder Jembatan Ciputrapinggan yang berada di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran yang tengah dikerjakan ambruk. Akibatnya, jembatan yang panjangnya mencapai 50 meter dan lebar 9 meter dipastikan tidak selesai sebagaimana waktu yang ditargetkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun HR Online, jembatan tersebut ditargetkan bisa selesai di akhir tahun ini. Namun, karena pekerjaan yang dinilai asal-asalan ini oleh rekanan berdampak tidak molornya waktu pengerjaan.
Baca juga: Jembatan Permanen Ciputrapinggan Pangandaran Gunakan Kontruksi Rangka Spanyol
Menurut salah seorang pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya, ambruknya batang beton penyangga tersebut ketika para pekerja akan menambahkan girder. Bantalan jembatan yang akan dipasang tersebut merupakan yang ke 4 dari total 6 girder.
“Di tahap pemasangan yang ke 4, sisi batang girder jembatan tergelincir karena penahannya miring. Saat ambruk, girdernya ke 4 mengenai girder sebelahnya (ke 3) dan tercebut ke sungai,” katanya kepada HR Online, Sabtu (09/12/2017).
Menanggapi ambruknya girder Jembatan Ciputrapinggan, Widiasti, salah satu warga, menyayangkan peristiwa tersebut. Pasalnya, jembatan yang menjadi akses utama ke Pangandaran tersebut jadi terhambat, apalagi mendekati libur natan dan tahun baru.
“Pembangunan jembatan permanen ini sangat diharapkan selesai tepat waktu guna mengurangi kemacetan baik menuju arah Pangandaran ataupun sebaliknya, lah ini justru ambruk. Jadi ya lebih lama lagi pengerjaannya,” katanya kepada HR Online.
Hal senada juga diungkapkan Yana Diana, salah satu tokoh masyarakat sekitar. Menurutnya, harapan warga Pangandaran untuk menikmati jembatan di akhir tahun ini sirna begitu saja akibat pengerjaan yang terkesan asal-asalan. Pasalnya, dalam pemasangan girder tersebut seharusnya diperhitungkan secara matang, dan atisipasinya menggunakan dua crane di bagian kanan dan kiri.
Baca juga: Jembatan Permanen Ciputrapinggan Pangandaran Mulai Dibangun April Tahun Ini
“Ini jelas kelalaian pemborong. Cor abudamen atau penyangga girder masih baru jeda waktunya minimal 21 hari. Lah ini malah langsung digunakan, jelas bisa berpengaruh,” kata Yana di lokasi jembatan.
Yana menambahkan, terkait perancahnya yang miring akibat tertimpa girder, menurutnya pemborong tidak memperkirakan tonase girder. Akibatnya, tiang perancah amblas dan miring. “Target waktu tidak mungkin akan tercapai. Jadi, keinginan masyarakat untuk menikmati jembatan di tahun baru hanya sebatas mimpi,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)