Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),- Pengguna Android mungkin tidak pernah menyadari kalau mereka sedang “dimata-matai” oleh Google. Hal ini diungkap oleh Quartz yang mengatakan bahwa perusahaan tersebut mengumpulkan data lokasi para pengguna Android.
Dikutip dari Okezone.com, meski pengguna Android sudah mematikan layanan berbagi lokasi, namun Google masih bisa melakukan pengintaian lokasi. Seperti yang dilaporkan Wccftech, Rabu (22/11/2017), Quartz menyebutkan aksi “mata-mata” Google telah dimulai dari awal 2017.
Sejak itu lah ponsel Android sudah mampu mengumpulkan alamat di dekat tower selular. Bahkan, jika layanan berbagai lokasi dimatikan, dan mengirimkan data ke Google.
Quartz juga menyebutkan bahwa Google masih bisa mengetahui lokasi pengguna Android meski smartphone yang digunakan tidak memiliki kartu SIM. Google mengumpulkan informasi lokasi melalui sambungan wifi, lalu mengirimkan informasi alamat tower yang ada di dekatnya.
Google pun mengakui bahwa memang bisa mengetahui lokasi pengguna Android melalui tower selular dan informasi itu dikirimkan ke server miliknya. Namun, Google membantah jika mereka mengumpulkan data tersebut.
Menurut juru bicara Google, bahwa alamat tower selular dalam informasi yang dikirim ke sistem Google digunakan untuk mengelola push notification, dan pesan di smartphone Android selama 11 bulan.
“Mereka tak pernah mengumpulkan dan menggunakan data lokasi. Perusahaan saat ini sedang mengambil langkah untuk mengatakan praktik tersebut,” terangnya.
Google juga mengonfirmasi bahwa praktik “memata-matai” lokasi pengguna Android akan berakhir pada tanggal 30 November 2017 mendatang. (Eva/R3/HR-Online)