Ilustrasi. Foto : net/ist
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Sejumlah petani di Kabupaten Pangandaran membutuhkan perhatian dari pemerintah, terutama bimbingan dari petugas penyuluh lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Pangandaran.
“Masih banyak petani di Pangandaran yang belum memahami bagaimana cara bertani yang baik dan benar. Karena kebanyakan petani di Kabupaten Pangandaran belajar dan bekerja bertani secara otodidak,” kata Ketua Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) Kabupaten Pangandaran Tarli Sutarli kepada HR Online, Kamis (02/11/2017).
Menurutnya, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sangat menunjang terhadap meningkatnya hasil pertanian di Kabupaten Pangandaran. “Untuk itu, jika ingin petani di Kabupaten Pangandaran pendapatannya meningkat, maka PPL-nya harus ditambah,” tuturnya.
Tarli mengungkapkan, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Pangandaran saat ini belum maksimal. Selain tenaga PPL sedikit yang tidak sebanding dengan luas wilayah, juga fasilitas yang belum memadai, seperti belum memiliki kantor.
Sementara, Tarkik, salah seorang petani asal Langkaplancar mengatakan, jika dirinya belum pernah diberikan penyuluhan. “Saya bertani hanya sebatas ikut-ikutan saja. Saya juga belum memahami cara-cara bertani yang benar,” tuturnya.
Dirinya berharap agar dinas terkait lebih digiatkan lagi memberikan wawasan dan penyuluhan kepada para petani. ”Karena saya yakin jika petani rutin diberikan penyuluhan, akan sangat berdampak terhadap hasil panennya nanti” pungkasnya. (Cenk/R5/HR-Online)