Hasil mancing di salah satu sungai muara di Pangandaran. Foto: Istimewa
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Sektor pariwisata bagi para pemancing baik di muara sungai maupun di laut ternyata sudah terbuka luas, khususnya di wilayah Kabupaten Pangandaran.
Hyalline Fishing Pangandaran, salah satu club atau kelompok para pemancing siap melayani para wisatawan dan pecinta mancing atau sport fishing untuk menjajal berbagai spot yang ada di Pangandaran.
“Ternyata di Pangandaran ada spesies ikan langka yang sangat diburu pemancing seperti ikan yang ada di perairan Irian Jaya lantaran kegesitan dan kekuatannya dalam menarik senar pancing. Biasanya yang seperti ini sangat disukai angler sport fishing,” kata Dodi Budiana, Ketua Club Hyalline Fishing Pangandaran, kepada Koran HR di sekretariat Bayu Pancing Cikembulan, Senin (20/11/2017) lalu.
Club Hyalline Fishing Pangandaran yang beranggotakan 30 orang dan tersebar di berbagai kota, kata Dodi, menemukan berbagai macam ikan predator sungai dan muara yang sangat diburu pecinta mancing di perairan dan laut Pangandaran, seperti ikan black bass (BB), mangrove jack (MJ), hampala, Tarpun, dan Marlin (Jangilus).
“Spot untuk mancing di Pangandaran berada di Sungai Muara Citanduy, Sungai Muara Putrapinggan, Sungai Muara Sukaresik, Sungai Muara Bojongsalawe, dan Sungai Muara Ciparanti. Adapun spot di laut itu ada di Pantai Karangnini, Pantai Karapyak, Cagar Alam dan Pantai Legokjawa,” terangnya.
Dengan menawarkan bagi hobi pemancing tersebut, Dodi bertujuan menjadikan destinasi baru bagi para angler sport fishing dan menginventarisir berbagai jenis ikan predator baik di muara maupun di laut, seperti tuna sirip kuning maupun marlin.
“Dengan ini juga kita melatih angler untuk menjadi pemandu wisata sport mancing di Pangandaran,” imbuhnya.
Melalui ekspose kegiatan mancing di media sosial, lanjut Dodi, menunjukkan bahwa potensi wisata mancing di wilayah Kabupaten Pangandaran tidak kalah dengan luar daerah dari jenis ikan predatornya yang diburu angler.
“Kita punya program hijau alamku, bening sungaiku, dan besih pantaiku sebagai salah satu langkah untuk melestarikan lingkungan hidup di Pangandaran. Kita juga himbau para pemancing untuk tidak membuang sampah di sungai ataupun di pantai,” pungkas Dodi. (Mad/R6/Koran HR)