Acara pentas seni tradisional berupa pagelaran wayang kulit dalam acara syukuran 1 Muharram melalui sedekah bumi di Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang diselenggarakan Paguyuban Petani Kelurahan Muktisari. Photo: Nanang Supendi/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Antusias masyarakat ternyata masih tinggi terhadap kesenian tradisional. Buktinya, dalam menyemarakan 1 Muharram atau acara Suran di Lingkungan Langen, RT.03, Kelurahan Muktisari, Kota Banjar, masyarakat disuguhi pertunjukan kesenian wayang kulit sebagai hiburan dalam acara tersebut, Senin (02/10/2017) malam.
Pementasan wayang kulit dengan dalang Kukuh Bayu Aji dari Banyumas itu diselenggarakan oleh Paguyuban Petani Kelurahan Muktisari, juga digelar dalam rangka sedekah bumi sebagai wujud syukur hasil panen yang telah didapatnya.
“Sudah beberapa tahun di bulan Suran, masyarakat Muktisari belum pernah mengadakan pementasan wayang kulit lagi. Makanya, atas antusias warga yang sangat tinggi terhadap kesenian tradisional, jadilah tahun ini digelar,” kata ketua panitia yang juga pengurus Paguyuban Petani Muktisari, Adman, melalui koordinator pendanaan, Slamet Suharwan, kepada Koran HR, saat ditemui di sela-sela acara.
Slamet juga mengatakan, bahwa antusias masyarakat yang tinggi tentu tak lepas dari kesiapan pihaknya untuk mendanai acara sebesar ini. Awalnya dari dana pengurus Paguyuban Petani, dan kekurangannya ditanggung semua masyarakat yang ada di Kelurahan Muktisari, termasuk warga luar yang memiliki sawah di wilayah Muktisari.
“Meski acara ini besar anggarannya, tapi masyarakat di sini tidak keberatan dengan iuran tersebut. Terlebih tadi, atas antusias sangat tinggi terhadap kesenian tradisional,” tandasnya.
Menurut Slamet, seni wayang merupakan budaya peninggalan leluhur. Karena itu, seni budaya yang sarat dengan ajaran luhur ini harus dijaga dan dilestarikan. Hal ini pun sebagai sarana memohon do’a atau ruwatan agar warga Muktisari repeh rapih, terhindar marabahaya atau selamat dalam menjalani hidup.
Keantusiasan masyarakat Muktisari dalam menyaksikan pentas wayang kulit, mendapat dukungan dari Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, dengan kehadirannya saat acara syukuran pada siang harinya, yakni acara potong tumpeng.
“Kami bersyukur dan bangga, petani di sini peduli atas pelestarian budaya tradisional seperti wayang kulit ini. Alhamdulilah pula, Kota Banjar ini tidak kekurangan beras atau surplus. Untuk itu, mari terus majukan bersama pertanian di Kota Banjar ini,” ucapnya, saat memberikan sambutannya. (Nanks/R3/Koran-HR)