Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dalam rangka operasi pekat (penyakit masyarakat), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis menggelar razia ke sejumlah rumah kos-kosan di wilayah perkotaan Ciamis, Senin (16/10/2017). Saat melakukan razia di rumah kost yang berada di Lingkungan Cibitung Girang, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, petugas mengamankan lima penghuni kost dari dua kamar yang berbeda.
Dari salah satu kamar kost tersebut, petugas mendapati seorang perempuan ABG dan tiga orang remaja laki-laki tengah berada dalam satu kamar. Sementara dari kamar satu lagi, petugas mengamankan seorang perempuan yang mengaku sebagai istri simpanan yang dinikahi siri. Mereka langsung diamankan ke kantor Satpol PP Kabupaten Ciamis untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
Dalam operasi tersebut, petugas menyisir ke 6 lokasi kosan/kontrakan yang diduga kerap mengganggu ketentaraman masyarakat sekitar. Namun, saat petugas datang ke lokasi, umumnya para penghuni kos sudah tidak ada di kamarnya, karena sudah beraktifitas bekerja.
Kasi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Ciamis Yudi Brata, mengatakan, pihaknya melakukan operasi ini menyusul laporan masyarakat di sekitar kosan yang mengaku terganggu dengan aktifitas penghuni kosan. “Setelah ada laporan, kami langsung merespons cepat,” ujarnya.
Yudi pun mengimbau kepada para pengelola kost-kostan untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam menerima penghuni kosan. “Setiap penghuni kost baru harus diminta identitasnya. Hal itu untuk mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, para penguhi kosan pun harus lebih tertib dan mentaati peraturan yang telah diterapkan di masing-masing kosan. Dengan begitu, aktivitas mereka tidak mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT setempat Usup mengaku pihaknya yang melapor ke Satpol PP Ciamis. Menurutnya, hal itu dilakukan karena sebelumnya banyak keluhan-keluhan dari warga yang teranggu oleh kelakuan oknum penghuni kosan. “Aktivitas mereka kerap mengganggu ketentraman masyarakat,” tegasnya.
Dia mengatakan, laporan dari masyarakat bukan kali ini saja, tetapi sebelumnya pun sering masuk ke dirinya. “Banyak orang tak dikenal keluar masuk ke kosan dari pagi sampai sore. Ada juga diantaranya yang menginap. Memang di sini banyak kontrakan dan kosan,” pungkasnya. (R2/HR-Online)