Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Pasca terjadinya bencana banjir dan longsor yang terjadi di sebagian wilayah di Pangandaran membuat wisata di Pangandaran jadi perbincangan, apalagi soal keamanannya.
Kepala Dinas Pariwisata Pangandaran, Undang Sohbarudin, mengungkapkan, sejak terjadinya bencana pada Sabtu (07/10/2017) lalu berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai lokasi wisata di Pangandaran.
“Memang menurun drastis pasca itu. Meski begitu, semua objek wisata di Pangandaran masih aman untuk dikunjungi, terutama di pantai. Dari pengamatan saya, nampaknya wisatawan yang tengah berlibur ke Pangandaran tenang-tenang saja,” kata Undang kepada Koran HR, Selasa (10/10/2017).
Hal senada juga diungkapkan Kasi Promosi Dinas Pariwisata Pangandaran, Asep Kartiwa. Menurutnya, meski lokasi wisata di Pangandaran masih tetap aman dikunjungi, akan tetapi sejumlah objek wisata yang digunakan untuk body rafting hampir semua ditutup untuk sementara waktu sambil menunggu air sungai kembali normal.
“Batas aman untuk bodyrafting kita lihat ketinggian air di bendungan. Jika posisinya di bendungan mencapai 40 sampai 50 centimeter, itu masih aman. Akan tetapi jika ketinggian di atas itu, maka sangat bahaya untuk aktifitas bodyr afting. Sebab, arus air di sungai sangat deras sehingga sangat berbahaya,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Jeje Wiradinata menegaskan bahwa pasca terjadinya bencana, wisata yang ada masih terbilang aman untuk dikunjungi, khususnya pantai. Selain wisata, jalur menuju Pangandaran juga ia tegaskan sudah berjalan normal.
“Yang mau berkunjung ke Pangandaran silahkan, aman semuanya. Jangan pernah ragu untuk datang ke Pangandaran dan jangan terpengaruh berita hoax,” tegasnya. (Ntang/R6/Koran HR)