Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Bencana alam di Pangandaran yang terjadi di sejumlah titik menyisakan kesedihan bagi warga Pangandaran dan sekitarnya. Melalui informasi yang menyebar luas baik melalui media online, televisi, media cetak maupun media sosial membuat siapapun merasa prihatin.
Lebih memprihatinkannya, sejumlah foto-foto bencana yang bukan terjadi di Pangandaran dengan penjelasan foto bahwa terjadi di Pangandaran telah menyebar begitu banyak di media sosial. Selain itu, yang lebih meyakinkan lagi adalah foto-foto tersebut digabungkan menjadi satu dengan peristiwa yang sebenarnya. Jadi, seolah-olah kejadian dalam foto tersebut benar adanya.
Dari penelusuran HR Online, foto-foto hoax atau palsu dengan caption atau keterangan bencana di Pangandaran di antaranya seperti foto berikut.
Setelah ditelusuri, foto di atas merupakan bencana yang terjadi di Sri Lanka pada 31 Mei 2017 sebagaimana sumber dari media dengan alamat www.nrc.nl.
Selanjutnya, foto bencana ini juga diberi keterangan bencana di Pangandaran yang sudah menyebar cukup banyak. Padahal, sebenarnya foto ini merupakan bencana yang juga terjadi di Sri Lanka pada 18 Mei 2016 lalu. Adapun sumber foto yang dapat dipercaya dari penelusuran HR Online berasal dari media online WDN.
Terakhir, foto banjir bandang yang menyebar serta diberi keterangan bencana di Pangandaran dengan kata kunci Pray For Pangandaran tidaklah benar. Sebab, sesuai hasil penelusuran di google image foto tersebut menunjukan bencana di Aceh Tenggara pada bulan April 2017. Meski demikian, setelah divalidasi, foto tersebut hanyalah ilustrasi bencana di Aceh.
Menanggapi beredarnya foto hoax dengan embel-embel kejadian di Pangandaran, Asep Kartiwa, Kasi Promosi Dinas Pariwisata Pangandaran, menyayangkan foto tersebut menyebar dengan begitu cepat di media sosial. Sebab, dengan beredarnya foto palsu tersebut sangat merugikan bisnis pariwisata, terutama di Pangandaran.
“Jangan sampai menambah kesengsaraan dengan hal-hal seperti ini. Sudah ada bencana malah ditambah berita hoax dan fotonya juga. Kami harap sebelum foto itu diunggah, berilah keterangan yang jelas baik itu lokasinya, kejadiannya, waktunya, konfirmasi ke warga ataupun ke pejabat yang berwenang. Sekali lagi, mohon kepada warga untuk tidak mudah terpengaruh dengan foto-foto hoax yang kaitannya dengan Pangandaran,” tegasnya kepada HR Online saat dihubungi melalui pesan instan WhatsApp. (Muhafid/R6/HR-Online)
Berita Terkait
Foto Hoax Banjir di Pangandaran Jadi Viral di Medsos, Bupati: Itu Sangat Merugikan
DPKPBD: Bencana Banjir dan Longsor di Pangandaran Terjadi di 30 Titik
Meski Diterpa Info Hoax di Medsos, Pangandaran Tetap Ramai Dikunjungi Wisatawan
Duka Pangandaran, Persib Bandung akan Kenakan Pita Hitam Saat Lawan Barito Putera
220 Rumah Warga yang Berada di Kecamatan Pangandaran Masih Terendam Banjir