Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah SMA/SMK di Kota Banjar mulai tahun ajaran ini telah memberlakukan iuran bulanan semacam Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP) terhadap siswa-siswinya. Namun, berbeda halnya dengan SMAN 2 Banjar yang tidak melakukannya. Karena, segala kebutuhan operasional tercukupi oleh tiga sumber bantuan yang diterimanya, yaitu BOS pusat, BOS provinsi dan Banjar Cerdas.
“SMAN 2 Kota Banjar ini tidak menarik iuran bulanan atau SPP atas dasar rencana kebutuhan yang ada bisa tercukupi dari tiga sumber bantuan pemerintah tersebut,” kata Kepala SMAN 2 Kota Banjar, Barnas, saat ditemui Koran HR, Kamis (12/10/2017) lalu.
Selain itu, tidak ditariknya iuran bulanan juga sebagai bentuk tanggung jawab moral pihak sekolah atas diberikannya program bantuan pendidikan gratis “Banjar Cerdas.” Meskipun sampai minggu ini anggaran Banjar Cerdas belum cair, tapi pada tahun ini pihak sekolahnya tetap akan menerimanya.
“Tanggung jawab moral lah yang kami kedepankan. Ingat bukannya belum, tapi tahun ajaran ini tidak akan menarik SPP,” ucapnya.
Barnas juga menandaskan, keputusan untuk tidak menarik iuran bulanan atau SPP terhadap siswanya itu sesuai analisa bersama dengan komite sekolah. Jadi bukan berarti sekolahnya ingin berbeda dengan sekolah tingkat SMA/SMK lainnya, namun memang punya kebutuhan dapur masing-masing.
Sebab, kebutuhan biaya setiap sekolah tidak sama, sehingga bila ada sekolah menarik iuran bulanan semacam SPP, Barnas menilai hal itu syah saja. Apalagi diperbolehkan oleh provinsi melalui SE Kadisdik Jabar tentang Pembiayaan SMA/SMK. Karena pada intinya pemerintah belum sepenuhnya membiayai sekolah tingkat SMA/SMK.
Meski tak menarik iuran SPP, SMAN 2 Kota Banjar di tahun ajaran ini akan melaksanakan perbaikan sarana sekolah, seperti pemasangan pavingblok di halaman sekolah. Bahkan, saat ini pihaknya juga sedang membangun dua RKB dan perabotnya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bantuan Provinsi Jabar tahun 2017 senilai Rp.404 juta, yang dikerjakan secara swakelola.
“Pokoknya semuanya cukup, sehingga tak sampai membenani orang tua siswa dengan menarik SPP,” tandasnya.
Adapun BOS dari pusat yang diterima SMAN 2 Banjar jumlahnya sebesar Rp.1,4 juta/siswa, BOS dari provinsi Rp.700 ribu/siswa, dan Banjar Cerdas Rp.200 ribu/siswa. Sementara jumlah total siswa SMAN 2 Kota Banjar saat ini mencapai 940 siswa.
Pemkot Konsisten dengan Program Banjar Cerdas
Sementara itu, Wakil Walikota Banjar, H. Darmadji Prawirasetia, menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Banjar di tahun 2017 ini tetap konsisten menjalankan kebijakan pendidikan gratis, terutama pada tingkat SMA/SMK, dengan menggelontorkan anggaran untuk program Banjar Cerdas, menyusul peralihan pengelolaan ke pemerintah provinsi.
“Meski SMA/SMK sekarang ini menjadi kewenangan provinsi, tapi Pemkot Banjar tetap konsisten menyelenggarakan pendidikan gratis dengan gelontorkan anggaran Banjar Cerdas,” tandasnya, saat ditemui Koran HR usai membuka sebuah acara di kantor Disdik Kota Banjar, Selasa (17/10/2017).
Menurut Darmadji, memang prosesnya agak aneh juga Pemkot Banjar memberikan bantuan ke provinsi. Tapi mau bagaimana lagi, terpenting itu salah satu jalan atau solusi agar Banjar Cerdas tetap berjalan. (Nanks/Koran HR)