Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejak sebulan terakhir ini warga mengeluhkan dengan langkanya pasokan gas elpiji 3 kilogram. Gas melon itu kini sulit didapat di pasaran, sehingga hampir setiap hari warga harus antri di setiap pangkalan gas yang ada di wilayah Kota Banjar.
Seperti yang terjadi di pangkalan Gas Elpiji Parungsari, hampir setiap pagi dan sore selalu dipenuhi warga yang mengantri untuk mendapatkan gas 3 kilogram. Tak jarang, mereka harus berjubel dan saling dorong saat mengantri, sehingga banyak warga yang terjepit bahkan hingga terjatuh.
Yayan (34), salah seorang warga Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, mengaku dirinya mulai mengantri di pangkalan sejak pukul 5 pagi. Hal ini dilakukan karena dirinya khawatir tidak kebagian gas tersebut.
“Saya sengaja datang lebih pagi ke pangkalan ini, karena kalau sedikit siang dipastikan bakal tidak kebagian,” ungap Yayan, saat dijumpai Koran HR tengah mengantri di pangkalan tersebut, Senin (11/09/2017) lalu.
Hartono (40), pedagang mie ayam, juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji bersubsidi. Dengan terjadinya kelangkaan ini, dia pun harus mencari ke agen atau pangkalan lain yang stoknya masih banyak.
“Sudah tiga minggu ini gas elpiji 3 kilogram sulit dicari, sehingga saya harus mencari ke tempat lain. Kalau di pangkalan ini selalu kehabisan, jika ada pun hanya mendapatkan satu tabung saja,” tutur Hartono.
Keluhan serupa juga diungkapkan Susi (50), warga lainnya yang ikut mengantri di Pangkalan Gas Parungsari. Bahkan, dirinya mengaku kecewa lantaran sudah mengantri lama tapi tidak kebagian.
Berbeda dengan Dede (46), warga lainnya yang juga tidak kebagian gas elpiji 3 kilogram akibat stok di pangkalan tersebut habis. Dia pun menuding dengan langkanya gas elpiji ini dikarenakan adanya oknum yang selalu menimbun stok. “Ini mah permainan, paling ditimbun sehingga gas elpiji 3 kilogram jadi langka,” kata Dede, dengan nada kesal.
Sementara itu, pemilik Pangkalan Gas Parungsari, Maman Surahman, mengatakan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini disebabkan oleh lambatnya pengiriman pasokan dari pusat penyalur gas. Selain itu, dalam pengiriman yang biasanya 1 DO, sekarang hanya dipasok 1/2 DO saja.
“Tidak ada yang menimbun sama sekali. Kelangkaan gas 3 kilogram ini disebabkan oleh lambatnya pengiriman pasokan. Saya di sini menjual gas elpiji 3 kilogram masih dengan harga standar, yakni Rp.16.000 per tabung,” terangnya.
Lanjut Maman, kelangkaan terjadi selain dari lambatnya pengiriman dan terjadinya pengurangan pasokan, juga akibat adanya rencana pemerintah yang akan menghapus gas elpiji 3 kilogram dan digantikan oleh gas elpiji 5,5 kilogram. (Hermanto/Koran HR)