Photo: Ilustrasi net/Ist.
Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-
Meninggalkan rokok manual lalu beralih ke rokok elektrik atau biasa disebut vape, belakangan ini dipercaya bahwa langkah tersebut adalah tindakan yang tepat. Padahal, bahaya yang mengancam perokok maupun mereka yang terpapar asapnya tetap sama.
Dilansir Dailymail, Rabu (16/08/2017), periset dari West Virginia University, melakukan percobaan penelitian mengenai rokok elektrik atau vape pada tikus. Hasilnya diketahui, satu hembusan vape bisa meningkatkan risiko serangan jantung.
Pada penelitian itu hanya membutuhkan waktu 1 jam arteri bisa menyempit 30 persen. Sedangkan, dalam penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa ketika terjadi penyempitan arteri maka bisa berisiko mengakibatkan serangan jantung dan stroke.
Tak hanya berdampak pada arteri, dalam penelitian tersebut pembuluh darah tikus pun menjadi kurang mampu menurunkan tekanan darah. Dengan demikian, peneliti menegaskan bahwa vape tidak boleh dianggap aman, karena yang harus diperhatikan adalah efek sampingnya sangat yang merugikan.
Dalam penelitian tersebut juga dilakukan pada tikus dengan paparan asap vape jangka panjang maupun jangka pendek. Tikus yang terpapar asap vape selama 20 jam, seminggu, delapan bulan dikategorikan paparan jangka panjang. Sementara, untuk jangka pendeknya hanya dibutuhkan waktu 5 menit saja.
Berdasarkan hasil panelitian itu terjadinya penyempitan arteri sebesar 30 persen dalam waktu 1 jam setelah terpapar asap e-cigarette 5 menit. Setelah itu, kemampuan arteri untuk melebar pun berkurang, sehingga mengakibatkan turunnya tekanan darah.
Sedangkan, pada kasus tikus yang terpapar asap vape dengan jangka panjang mengakibatkan tikus tersebut mengembangkan arteri dua kali lebih kaku dibanding tikus yang tidak diberi nikotin.
Temuan hasil penelitian ini selanjutnya akan dipresentasikan secara penuh di Pertemuan Perhatian Kardiovaskular; New Frontiers and Old Friends, di Westminster, Colorado.
Di Indonesia sendiri, Dokter Umum RS Persada Medika, dr. Irwan Heriyanto, MARS., menegaskan, bahwa rokok dalam bentuk apapun tetap berbahaya sebab kandungan nikotin yang ada di dalamnya tetap bisa menyebabkan masalah bagi kesehatan tubuh.
“Saya tidak merekomendasikan penggunaan rokok dalam bentuk apapun. Sebab, masalah kecil sampai masalah besar tetap akan dirasakan nantinya. Begitu pula dengan asap yang dikeluarkannya, meskipun biasanya beraroma sedap, tapi tetap saja berbahaya,” tandasnya. (Eva/R3/HR-Online)