Ilustrasi. Photo : net/ist
Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-
Siapa sih yang tidak ingin punya mobil? Mobil bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja, melainkan juga bisa ‘meningkatkan’ status sosial dan lain-lainnya.
Namun, jika Anda tertarik ingin membeli mobil, sebaiknya pertimbangkan anggaran cadangan lainnya. Apalagi mobil yang dibeli dari cara kredit atau bahkan mobil bekas yang kondisinya di bawah 50%.
Jangan sampai setelah membeli mobil, biaya untuk ganti oli, servis maupun biaya rutin lainnya tidak Anda anggarkan. Lantas hal apa saja yang menjadi anggaran tambahan setelah punya mobil, berikut ini ulasannya seperti dikutip dari berbagai sumber.
# Biaya Kredit
Membeli mobil secara kredit atau cicil tentu yang paling diperhatikan anggaran untuk membayar cicilan mobil tersebut. Setiap bulan harus menyisihkan dana kredit mobil agar membayar tepat waktu, sehingga tidak terkena denda dan bunga.
# Biaya Operasional
Mobil tidak akan jalan jika tidak ada bahan bakar. Nah bahan bakar yang termasuk dalam biaya operasional ini yang menjadi beban dompet Anda, karena harus diisi 1-3 kali sehari. Biaya operasional lainnya yaitu biaya tiket tol, parkir maupun wisata.
# Biaya Perawatan Rutin
Mobil sama dengan kendaraan lainnya seperti sepeda motor yang setiap bulannya atau sesuai dengan kilometer harus diganti oli, jika tidak ingin ada kerusakan di mesin. Belum lagi biaya rutin lainnya seperti cuci mobil, membeli suku cadang dan biaya lainnya.
# Biaya Perbaikan
Selain biaya perawatan rutin, mobil juga pasti akan mengalami perbaikan yang sewaktu-waktu tidak tentu waktunya. Belum lagi mobil yang dibeli kondisinya bekas di bawah 50%.
# Biaya administrasi
Sama seperti biaya rutin dan biaya kredit, Anda juga harus memilirkan biaya administrasi seperti pajak kendaraan setiap tahunnya, baik itu perpanjang STNK maupun ganti plat nomor. Anggaran bisa bertambah jika Anda belum mempunyai SIM lisensi untuk mengendarai mobil.
Tentu dari biaya di atas tidak membutuhkan uang sedikit. Untuk itu, sebelum Anda berniat membeli mobil, sebaiknya perhitungkan estimasi biaya pengeluaran jangan sampai lebih besar dari pendapatan Anda. (Adi/R5/HR-Online)