Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita CiamisTangkal Serangan ‘Bagong’ di Panawangan Ciamis, Pemkab Pasang Kawat Duri

Tangkal Serangan ‘Bagong’ di Panawangan Ciamis, Pemkab Pasang Kawat Duri

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Teror babi hutan (Bagong) yang meresahkan serta merusak lahan pertanian dan  sudah memakan tiga korban jiwa, di Dusun Bojongsari, Desa Sadapaingan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, akhirnya mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Ciamis.

Untuk menangkal serangan babi hutan agar tidak turun menyerang warga dan merusak lahan pertanian, Pemkab bersama pemerintahan desa setempat akan memasang kawat berduri di sepanjang perbatasan hutan. Rencananya, pagar kawat duri yang akan dipasang sepanjang 2500 meter.

Berita Terkait: Tewaskan 3 Warga, Gerombolan ‘Bagong’ Kerap Ngamuk di Panawangan Ciamis

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Herdiat, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Kustini, saat berkunjung ke Desa Sadapaingan, Kamis (27/07/2017), lalu, mengatakan, untuk menangkal serangan hama Babi Hutan agar tidak mengganggu dan meresahkan masyarakat, solusinya harus dilakukan pemagaran yang terbuat dari kawat berduri.

Herdiat menambahkan, Desa Sadapaingan ini berbatasan dengan Kabupaten Majalengka yang dipisahkan oleh hutan. Di hutan itulah habitat babi hutan berada. Teror hama babi hutan ini tidak hanya terjadi di daerah Sadapaingan, tetapi di daerah Majalengka juga sama. “Namun, ke arah Majalengka sudah diantisipasi dengan melakukan pemagaran kawat berduri. Dan sudah berhasil meminimalisir serangan babi hutan turun ke permukiman warga,” terangnya.

Karena itu, lanjut Herdiat, langkah pemagaran kawat berduri seperti di daerah Majalengka harus dilakukan juga di area batas hutan yang berada di Desa Sadapaingan. “Mungkin karena di sana (Majalengka) sudah di pagar, otomatis gerombolan babi hutan lari ke daerah sini (Sadapaingan). Makanya, di daerah sini juga harus ditutup,” katanya.

Herdiat mengatakan, berdasarkan laporan dari kepala desa setempat, langkah pemagaran kawat berduri sudah direncanakan akan dibangun tahun ini dengan menggunakan anggaran desa dan dana swadaya masyarakat. Namun, karena anggaran desa dan swadaya jumlahnya terbatas, akhirnya hanya mampu membangun pagar sepanjang 800 meter.

“Kami dari pemerintah daerah sangat mengapresiasi budaya gotong royong yang masih berjalan di desa ini. Dan budaya itu harus terus dipertahankan. Karena apabila mengandalkan anggaran pemerintah, memang sangat terbatas. Tetapi, untuk kekurangan anggaran pemagaran, akan dibantu oleh Pemkab Ciamis,” ujarnya.

Berita Terkait: Gerombolan ‘Bagong’ Telan Korban, Warga di Panawangan Ciamis Takut Keluar Rumah

Menurut Herdiat, kebetulan di Dinas Pertanian terdapat program penanggulangan hama babi. Program itu diperuntukan membantu area pertanian yang sering dirusak oleh hama babi hutan. “Anggaran dari desa dan swadaya masyarakat hanya mampu membangun sepanjang 800 meter dari kebutuhan 2500 meter. Jadi kekurangan pagarnya sepanjang 1700 meter. Dan sisa 1700 meter itu akan kami bantu,” katanya yang diamini oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Kustini.

Herdiat mengungkapkan, munculnya serangan babi hutan yang turun ke permukiman warga harus menjadi perhatian dan bahan evaluasi semua pihak. Menurutnya, penyebab turunnya babi hutan karena sumber makanan yang berada di habitatnya sudah rusak. Sehingga satwa buas itu mencari makanan ke permukiman warga. “Di sini pentingnya kita menjaga ekosistem hutan. Karena kalau dirusak, maka akibatnya terjadi seperti ini,” ungkapnya. (Tantan/R2/HR-Online)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...