Berkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya, Patoni Ahmad, warga Dusun Rawa 1, Desa Rawa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, mengembangkan budidaya tanaman sayuran dengan teknik hidroponik. Photo : Eji Darsono/ HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Berkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya, Patoni Ahmad, warga Dusun Rawa 1, Desa Rawa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, mengembangkan budidaya tanaman sayuran dengan teknik hidroponik.
Ketika ditemui Koran HR, Selasa (30/05/2017) lalu, Patoni mengaku menguasai ilmu pengetahuan tentang budidaya tanaman sayuran setelah membacanya dari internet. Menurut dia, sudah hampir satu tahun melakukan budidaya tanaman sayuran dengan menggunakan teknik hidroponik.
Patoni menjelaskan, hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Sistem hidroponik ini lebih menekankan pada pemenuhan nutrisi tanaman.
Dengan menggunakan sistem atau teknik hidroponik, kata Patoni, selain dapat meningkatkan kualitas juga dapat meningkatkan hasil produksi. Sebab, menanam sayuran bisa dilakukan di tempat yang sempit.
Lebih lanjut Patoni mengungkapkan, teknik hidroponik bisa dilakukan dengan mengunakan larutan dan media. Untuk yang menggunakan larutan, otomatis tidak memerlukan media keras untuk pertumbuhan akar.
“Cukup dengan larutan mineral bernutrisi yaitu larutan statis dan teknik larutan alir. Teknik larutan air merupakan cara menanam hidroponik yang dilakukan dengan mengalirkan larutan nutrisi dari tangki melewati akar tanaman. Ini mempermudah untuk pengaturan, karena suhu dan larutan dapat diatur dengan baik,” katanya.
Senada dengan itu, Memed, pelaku budidaya sayuran hidroponik, ketika ditemui Koran HR, Selasa (30/05/2017) lalu, mengatakan, budidaya sayuran dengan sistem hidroponik memberikan keuntungan cukup besar.
“Dalam teknik hidroponik, pemakaian pupuk lebih hemat dan bebas pestisida, sehingga hasilnya lebih banyak dan harga jualnya cukup mahal,” katanya.
Sumber Koran HR berharap Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis memberikan penyuluhan, pembinaan serta memfasilitasi bantuan modal untuk pengembangan usaha petani agar beralih menggunakan sistem hidroponik. (Dji/Koran HR)