Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Momen lebaran 1438 H dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga. Selain itu, ada juga yang memanfaatkannya untuk bernostalgia saat masih sekolah dengan mengadakan reuni alumni sekolah.
Di SMPN 1 Lakbok Kabupaten Ciamis, puluhan alumni angkatan 96 melepas rindu setelah 21 tahun tidak bertemu di sekolah yang mereka banggakan dengan mengadakan reuni.
Menurut Ketua Panitia Reuni Angkatan 96, Warkim, setelah para alumni selesai mengenyam pendidikan di SMPN 1 Lakbok, banyak di antara para alumni yang tidak bertemu kembali lantaran memiliki kesibukan pekerjaan masing-masing serta berada di wilayah yang berbeda.
“Setelah kita komunikasi baik dengan pihak sekolah maupun alumni menggunakan berbagai media, seperti halnya media sosial, Alhamdulillah acara reuni berjalan lancar dan para alumni yang sekarang tinggalnya jauh-jauh pun rela hadir dalam kesempatan ini. Selain menjadi pertemuan pertama setelah 21 tahun terpisah, ke depannya mudah-mudahan bisa selalu kompak untuk bersama-sama memajukan sekolah kita ini,” katanya kepada HR Online, Selasa (27/06/2017).
Setelah pertemuan alumni itu, kata Warkim, rencananya para alumni SMPN 1 Lakbok akan saling membantu baik kepada sekolah maupun personal alumni apabila membutuhkan bantuan. Dengan hal itu, kata ia, persatuan serta rasa kebersamaan akan terus terjaga serta menjadi motivasi para alumni.
“Sejak adanya berita yang muncul di Harapan Rakyat Online soal adik-adik kita yang melakukan bagi-bagi takjil atas inisiatif mereka sendiri tanpa bantuan guru di bulan puasa kemarin, kami selaku alumni sangat bangga dengan penerus kita. Dan tentunya para alumni harus lebih bermanfaat lagi demi nama baik almamater SMPN 1 Lakbok dengan cara-cara yang kita miliki,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Lakbok, Nana, menyambut baik keberadaan alumni yang masih peduli dengan almamaternya. Apalagi khusus alumni angkatan 96 sangat mendukung kegiatan literasi SMPN 1 Lakbok yang mana pernah mewakili Kabupaten Ciamis dalam Ekspo Literasi di Bandung beberapa waktu lalu.
“Sebenarnya kita butuh banyak yang harus dibenahi seperti halnya gedung serbaguna. Namun karena terbentur aturan, kita tidak bisa melakukan pungutan kepada murid. Maka dari itu besar harapan kami keberadaan alumni bisa memberikan sumbangsihnya baik secara tenaga, materi maupun pikiran demi proses pembangunan di sekolah ini,” katanya.
Dari infromasi yang berhasil dihimpun, para alumni angkatan 96 tersebut memberikan souvernir kepada pihak sekolah dan guru yang ada sebagai bentuk terimakasih mereka kepada para guru yang membimbingnya saat itu. Selain itu, mereka juga memberikan sejumah buku sebagai bentuk dukungan literasi sekolah. (Muhafid/R6/HR-Online)