Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis sudah mengintruksikan kepada unit kerja untuk siap siaga selama masa arus mudik/balik lebaran tahun ini.
Unit kerja Dinkes dan Dishub disiagakan di jalur mudik/balik lintas provinsi untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pengaturan arus lalu lintas selama 24 jam. Hal itu dilakukan demi kenyamanan pemudik/pebalik yang melintas wilayah Kabupaten Ciamis.
Sekretaris Dinas Kesehatan Ciamis, Rahmat, ketika ditemui Koran HR, belum lama ini, membenarkan, pihaknya sudah mengintruksikan setiap UPTD Puskesmas untuk mengantisipasi kemungkinan insiden yang terjadi selama arus mudik/balik.
“Dengan begitu, pemudik atau pebalik yang membutuhkan pertolongan kesehatan dapat terlayani dengan cepat. Pelayanan kami siagakan mulai dari H-7 sampai H+7,” katanya.
Rahmat menyebutkan, UPTD Puskesmas yang disigakan diantaranya wilayah Cihuarbeuti, Sukamulya, Sindangkasih, Cikoneng, Imbanagara, Ciamis, Cijeungjing dan Cisaga dengan fasilitas dokter jaga, ambulance dan obat-obatan.
“Puskesmas yang tidak dilalui jalur mudik tetap akan diperbantukan sebagai bentuk kesiapsiagaan (antisipasi),” katanya.
Pada kesempatan itu, Rahmat mengimbau agar pemudik/pebalik yang membutuhkan pelayanan kesehatan selama dalam perjalanan sebaiknya singgah di posko pengamanan Lebaran yang sudah disediakan. Di posko pemudik dapat beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah. Bial sudah fit, pemudik bisa melanjutkan perjalanan dan terhindari dari kecelakaan.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Ciamis, Agus Yani, mengungkapkan, pihaknya juga sudah menyiapkan posko di sepanjang jalur mudik lebaran tahun ini, tepatnya di tiap UPTD terminal sebagai bentuk kesiagaan menghadapi arus mudik lebaran.
Agus menuturkan, pihaknya menyiagakan sekurang-kurangnya 60 personil setiap hari untuk membantu mengatur arus lalu lintas selama mudik lebaran. Pihaknya juga mengimbau pengendara roda dua, empat dan umum untuk berhenti dan istirahat di posko jika sudah dilanda kelelahan.
“Karena jika dipaksakan, kami khawatir kondisi lelah menjadi penyebab terjadinya kecelakaan,” katanya. (Heri/Koran HR)