Foto: Ilustrasi net/Ist
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Fenomena pengemis dadakan di bulan Ramadhan memang kerap terjadi di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Namun, di Kota Banjar pun tak luput dari incaran para pengemis dadakan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
Pantauan Koran HR di lapangan, Senin (05/06/2017), para pengemis dadakan ini kebanyakan datang dari daerah Kabupaten Cilacap, seperti Majenang, Sidareja, dan Gandrungmangu. Seperti halnya Rodiah (50), salah seorang pengemis di kawasan Terminal Bus Banjar, yang sengaja datang ke Banjar dari Cileumeuh, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Wanita yang sehari-harinya sebagai buruh cuci di kampungnya itu mengaku terpaksa menjadi pengemis lantaran kebutuhan ekonomi menghadapi Lebaran. Dalam melakukan aksinya dia berpindah-pindah, artinya tidak di satu tempat.
“Sehari saya bisa mengumpulkan uang dari hasil mengemis antara 200-350 ribu rupiah. Ini tahun ketiga saya mengemis di Banjar. Selain di Banjar, saya pernah mengemis di Ciamis dan Tasikmalaya,” ungap Rodiah.
Sedangkan menurut Iwa (49), salah seorang penarik becak yang biasa mangkal di Pasar Banjar, mengatakan, para pengemis tersebut biasanya ganti pakaian di WC umum pasar subuh. Mereka datang di pagi buta dan kemudian pulang pada malam hari.
“Pengemis sekarang ini memang sedang menjamur di Kota Banjar, apalagi menjelang Lebaran,” ujar Iwa.
Hal serupa dikatakan Panji (36), salah seorang warga Lingkungan Sukarame, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar. Menurutnya, selain di pasar, biasanya para pengemis ini pun berganti pakaian di taman belakang RSUD Banjar.
Sementara itu, Kasatpol PP Kota Banjar, Eddy Nurjaman, melalui Sekdis Pol PP Banjar, Nana Suryana, mengatakan, dengan adanya fenomena pengemis dadakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan penertiban, karena masalah tersebut sudah menjadi tugas pokok dari Satpol PP.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial untuk menertibkan para pengemis dadakan tersebut,” kata Nana, singkat. (Hermanto/Koran HR)