Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pembangunan dua ruang kelas baru (RKB) di SMAN 1 Parigi Kabupaten yang berasal dari dana APBD Provinsi Jabar tahun 2015 terbengkalai hingga saat ini. Pasalnya, proyek pembangunan tersebut yang dikerjakan CV. Maharaja Abadi per tanggal 1 Agustus 2016 silam pengerjaannya tidak selesai.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang, proyek pembangunan RKB tersebut sebesar Rp. 254.828.000. Melihat kondisi yang mangkrak, sejumlah pihak menyayangkan persoalan tersebut.
“Harusnya rekanan itu tanggungjawab hingga pengerjaan proyek tersebut selesai,” kata Age, salah satu alumni SMAN 1 Parigi, kepada HR Online, Selasa (30/05/2017).
Ia menilai, bahwa SMAN 1 Parigi merupakan salah satu sekolah favorit yang ada di wilyah Parigi dan sekitarnya. Apalagi untuk penerimaan siswa baru di tahun ajaran 2017-2018 ditargetkan mencapai 432 siswa yang terbagi menjadi 12 kelas.
“Apabila kondisi kedua ruangan tersebut tidak diselesaikan, maka dikhawatirkan terjadi kekurangan kelas dan hal ini tentu sangat mengganggu siswa,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 1 Parigi, Eman Hermawan, mengaku tidak tahu duduk persoalan dua RKB yang mangkrak tersebut. Sebab, dirinya baru menjabat Kepala Sekolah sejak 17 April 2017 sedangkan proyek tersebut dilaksanakan tahun 2016.
“Saya tidak tahu persis dan tidak paham kronologisnya. Hanya saja saya mendapat laporan bahwa pembangunan 2 RKB belum selesai,” ucap Eman kepada HR Online.
Ia menambahkan, SMAN 1 Parigi secara keseluruhan memiliki 38 ruangan kelas. Namun, yang efektif digunakan untuk kegiatan belajar saat ini hanya 35 ruangan saja, sedang 3 ruangan lainnya digunakan ruang BP, ruang koperasi dan ruang Wakasek.
“Saat ini sekolah harus menyelesaikan pembangunan yang belum beres itu dulu menggunakan dana swadaya sekolah. Daripada kami nanti pas penerimaan siswa baru belum ada kelas, mending kami bangun semampu keuangan yang ada aja dulu. Mudah-mudahan 17 Juli 2017 nanti sudah selesai dan bisa digunakan siswa” pungkas Eman. (Mad/R6/HR-Online)