Verifikasi Kota Banjar menjadi Kota Layak Anak di Aula Setda Banjar oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Foto: Nanang Supendi/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Meskipun Kota Banjar sudah diverifikasi secara nasional oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA) di Aula Setda Banjar, namun hal tersebut cukup sulit lantaran masih tingginya kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di tahun 2017 ini.
Seperti yang diungkapkan Pengelola Program KPA Kota Banjar, Boni Mastriolani, bahwa banyak indikator KLA yang belum dipenuhi Kota Banjar. Selain itu, ia juga menilai kasus kekekrasan terhadap perempuan dan anak serta bantuan susu yang diberikan oleh Dinsos P3A kepada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) yang memiliki anak di tahun 2017 ini dihentikan.
“Saya sangat kaget mendengar bantuan susu untuk anak dari ODHA dihentikan. Padahal, susu itu sangat penting bagi bayi, kasihan kalau seperti ini. Soal ini jelas menjadi pertanyaan besar bagi kami. Satu lagi, masih banyaknya warga kurang mampu juga mestinya diperhatikan bila Banjar benar-benar ingin meraih KLA,” tandasnya kepada HR Online, Kamis (25/05/2017).
Saat mencari tahu ke dinas terkait soal alasan bantuan susu diberhentikan, lanjut dia, disebutkannya berkaitan AIDS seperti bantuan susu bagi ODHA sudah bukan menjadi tanggung jawab daerah lagi melainkan katanya oleh pemerintah pusat. (Nanks/R6/HR-Online)
Berita Terkait
Kenakalan Remaja di Banjar Kian Memprihatinkan, Warga Pergoki Oknum Pelajar SMP Pesta Miras
Akibat Film Porno, 2 Siswa Berusia 11 Tahun di Banjar Setubuhi Gadis Kelas 1 SD
Kepergok Mencuri, Lima Pelajar Di Banjar Ditangkap