Sebelum terjun ke lapangan, 23 orang mahasiswa Faperta Unigal mengikuti kegiatan Bimtek selama lima hari yang dilaksanakan di lingkungan Kampus Unigal. Photo : Deni Supendi/ HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis menjalin kerjasama dengan Kementrian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Kerjasama tersebut berkaitan dengan kegiatan Upaya Khusus (Upsus) peningkatan produksi komoditas padi, jagung dan kedelai (Pajale) dan Upsus sapi indukan wajib bunting (SIWAB) di wilayah Kota Tasikmalaya.
Dekan Faperta Unigal, Mochamad Ramdan, SP.,MP, ketika ditemui HR Online usai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Mahasiswa, Jum`at (05/05/2017), menuturkan, saat ini pemerintah pusat sedang berupaya meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai.
Ramdan mengungkapkan, pemerintah memberikan sejumlah target penambahan produksi padi, jagung dan kedelai bagi setiap daerah. Untuk itu, pengawalan serta pendampingan menjadi unsur penting untuk menggerakkan petani agar bisa menyerap program yang digulirkan pemerintah.
“Pengawalan serta pendampingan ini tidak hanya dilakukan oleh penyuluh, tapi juga melibatkan mahasiswa. Mahasiswa merupakan penggerak bagi petani yang berperan sebagai komunikator, fasilitator, advisor, motivator, edukator, organisator dan dinamisator,” katanya.
Menurut Ramdan, pengawalan serta pendampingan mahasiswa dilakukan bersama-sama dengan penyuluh pertanian. Mahasiswa bertugas melaksanakan pengawalan serta pendampingan dalam pelaksanaan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT), Pengembangan Optimasi Lahan (POL), Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan Perluasan Areal Tanam (PAT).
Senada dengan itu, Ketua Panitia Bimtek Pendampingan Mahasiswa pada Program Upsus Pajale dan SIWAB tahun 2017, Cecep Pardani, SP.,MP., ketika ditemui HR Online, Jum`at (05/05/2017), menjelaskan bahwa program pendampingan yang melibatkan 23 mahasiswa Faperta Unigal tersebut dilaksanakan di wilayah Kota Tasikmalaya.
Cecep menuturkan, program pendampingan mahasiswa akan dilaksanakan selama tiga bulan. Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa diharuskan mengikuti kegiatan Bimtek selama lima hari yang dilaksanakan di lingkungan Kampus Unigal.
Menurut Cecep, Bimtek pendampingan mahasiswa pada Program Upus Pajale dan SIWAB tersebut juga melibatkan Dosen Faperta Unigal yang sudah mengikuti Training Of Trainer (TOT) yang dilaksanakan Kementan RI. (Deni/R4/HR-Online)