Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 60 pemandu wisata di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengikuti Bimtek Pemandu Wisata yang diadakan Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Kamis (27/04/2017), bertempat di Wisma PGRI Kabupaten Ciamis.
Kepala Seksi Peningkatan SDM dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Ciamis, Toto Rismanto, mengatakan, bimtek tersebut bertujuan untuk mendapatkan sertifikasi di beberapa objek wisata yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis.
“Seluruh pemandu wisata yang hadir saat ini berasal dari beberapa komunitas, Kompepar dan Karang Taruna yang di daerahnya memiliki destinasi wisata, sehingga harus tetap terjaga serta perlu dikembangkan,” terangnya, kepada HR Online.
Lanjut Toto, keberadaan pemandu wisata, khususnya di Kabupaten Ciamis, sudah ada sejak lama, namun belum memiliki legal dan formal. Dengan demikian, saat ini keberadaan pemandu wisata harus disertifikasi.
Baca juga: Pasca Insiden Citumang, HPI Pangandaran Minta Pemkab Latih Pemandu Wisata
Pada kegiatan bimtek tersebut, pihaknya memberikan pelatihan dan pengetahuan dasar, terutama dalam menyambut wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata. Selama ini para wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Ciamis hanya disambut oleh pemandu tradisional yang berada di daerahnya masing-masing.
Pihaknya menilai, keberadaan pemandu wisata sebagai garda depan untuk mengenalkan destinasi wisata. Untuk itu, pemandu wisata sangat penting guna menarik wisatawan datang kembali ke sejumlah destinasi wisata yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis.
“Selain mendapatkan sertifikasi, mereka juga diberikan materi sebagai salah satu dasar dan persyaratan untuk diajukan ke Provinsi Jawa Barat. Kami juga akan membentuk Himpunan Pemandu Indonesia di Kabupaten Ciamis,” jelas Toto.
Di tempat yang sama, Kepala Balai Pengembangan SDM Kepariwisataan dan Kedudayaan Provinsi Jawa Barat, Rusyandi, menambahkan, kegiatan bimtek ini merupakan pelatihan dasar untuk mendapatkan sertifikasi, khusunya para pemandu wisata di Kabupaten Ciamis.
“Tentu saja dalam membangun infrastrustur, khususnya destinasi wisata, akan terhambat apabila tidak didukung dengan peningkatan Sumber Daya Manusia,” katanya.
Pihaknya menilai, dalam peningkatan SDM sangat diperlukan untuk mengkoordinasikan sebagai pelaksana, terutama kegiatan wisata. Karena, destinasi wisata yang tidak berkembang itu akibat SDM yang minim.
“Kinerja pemandu wisata itu harus mempunyai cara-cara khusus. Tentunya dalam menerima tamu wisatawan, pemandu harus paham dan bagaimana harus memuaskan wisatawan saat berkunjung,” pungkas Rusyandi. (Tantan/R3/HR-Online)